"Kalau melihat begitu banyak baju kuning. Saya tentu teringat pada masa 15 sampai 10 tahun yang lalu, pada zaman juga bersama kalian di Partai Golkar dan tentu kenangan itu sangat bermanfaat untuk kehidupan saya ke depan," ujar JK disambut tepuk tangan peserta.
Tak sampai di situ, JK kembali membuat peserta riuh ketika bercerita saat dirinya dipilih menjadi Wapres mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya wapres pertama tanpa partai. Begitu ikut kedua kalinya untuk presiden, didukung Golkar kalah. Maju lagi jadi wapres tanpa partai lagi, menang lagi," ujarnya disambut gelak tawa dan tepuk tangan peserta.
Kesadaran itu juga harus diiringi dengan keyakinan bahwa persatuan menjadi modal untuk membangun dan mencapai tujuan bangsa.
Lebih lanjut, JK juga membeberkan jawaban atas pertanyaan bagaimana kondisi demokrasi di Indonesia yang diajukan oleh sejumlah anggota Kongres Amerika saat bertemu di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (31/7).
Dalam momen itu, ia mengaku menjelaskan kepada Kongres AS bahwa demokrasi di Indonesia merupakan alat untuk mencapai tujuan kemakmuran bagi bangsa.
"Berbeda dengan Amerika. Amerika kalau perlu dia berperang untuk mencapai demokrasi. Dia mengebom orang untuk mencapai demokrasi," ujar JK.
"Karena itu, apabila suatu partai atau organisasi ingin mencapai tujuannya dengan cara demokratis maka partai dan organisasi itu harus terlebih dahulu demokratis di banding untuk mencapai cara yang demokratis," ujarnya.
Di sisi lain, JK meyakini semua pihak ingin memajukan bangsa Indonesia. Akan tetapi kemajuan bangsa akan dihadapkan dengan sejumlah tantangan, seperti di bidang ekonomi dan lingkungan hidup.
Untuk mengatasi tantangan itu, JK menilai bisa dilakukan dengan cara memajukan bidang pendidikan hingga teknologi.
Lebih dari itu, JK meminta kader Golkar memiliki loyalitas. Ia tidak ingin ada kader Golkar dengan mudah keluar hanya karena ketidakpuasan terhadap partai. Sebab, ia melihat banyak kader Golkar di masa lalu keluar lalu membentuk partai sendiri.
"Kalau semua partai (yang dibentuk mantan kader Golkar) itu digabung kembali menjadi satu, saya kira Golkar hampir mencapai 40 persen suara di pemilu nanti," ujar JK.
[Gambas:Video CNN] (jps/osc)