"Hanya Allah dan Presiden yang tahu," kata sosok yang akrab disapa Cak Imin itu kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (2/8).
Dia pun menilai langkah Ketum Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengundang Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk hadir di acara Kongres V PDIP di Bali pada 8-11 Agustus mendatang tidak bisa diartikan bahwa sinyal Gerindra gabung koalisi Jokowi-Ma'ruf kian menguat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan Megawati dan Prabowo. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Selain itu, ia juga menilai langkah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (1/8) merupakan hal biasa dan tidak terkait wacana Gerindra bergabung ke dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf.
Gerindra pun dikabarkan telah menyiapkan nama sejumlah kadernya untuk menduduki kursi menteri di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mendatang seperti Edhy Prabowo, Sandiaga Uno, dan Fadli Zon.
[Gambas:Video CNN] (mts/ain)
Pertemuan Megawati dan Prabowo. (CNN Indonesia/Safir Makki)