Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut masyarakat memilih bertahan di pengungsian karena kembali mengalami trauma gempa.
"Sampai siang ini kami mendapatkan informasi masyarakat trauma. Wajar saja karena belum ada 1 tahun di selat Sunda tiba-tiba tsunami nonteknik," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Sabtu (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BMKG: Megathrust Ancaman Riil |
"Dan mewaspadai potensi gempa susulan," kata dia.
Berdasarkan catatan BMKG gempa Banten getarannya terasa di Jakarta, Depok, Purwakarta, hingga Yogyakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada satu orang meninggal dunia dan lebih seribu orang di Banten dan Lampung mengungsi akibat gempa Banten.
Agus juga mengatakan 113 bangunan mengalami kerusakan tersebar di Banten, Lampung, dan Jawa Barat. Dari jumlah itu tercatat 34 rumah kategori rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, 58 rumah rusak ringan, 1 kantor desa rusak ringan, dan 2 masjid rusak ringan.
[Gambas:Video CNN]
(dhf/wis)