Potensi Gelombang 6 Meter di Banten Mirip Kasus Tsunami 2018

CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 14:37 WIB
Potensi Gelombang 6 Meter di Banten Mirip Kasus Tsunami 2018 Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan peringatan dini gelombang tinggi hingga enam meter di perairan Banten patut diwaspadai. Rahmat menyebut BMKG juga sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan serupa sebelum tsunami Selat Sunda menghantam Banten pada akhir 2018.

"Seperti halnya waktu tsunami Selat Sunda, sebelumnya Pusat Maritim BMKG mengeluarkan potensi gelombang tinggi di Selat Sunda dengan ketinggian sampai 2,5 meter. Sudah dikeluarkan untuk tanggal 22-25 Desember, dikeluarkan tanggal 21 kemudian tiba-tiba ada erupsi gunung, terjadi tsunami," kata Rahmat di Kantor BMKG, Jakarta, Sabtu (3/8).

Sebelumnya, Kepala Deputi Bidang Meteorologi Mulyono Rahadi Prabowo mengumumkan peringatan dini gelombang tinggi berlaku sejak Sabtu (3/8) hingga Senin (5/8).


Gelombang setinggi 4 hingga 6 meter dengan kategori berbahaya, berpeluang terjadi di Perairan Selatan Banten, Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat.

Ada juga potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berkategori berbahaya di 24 titik. Selain itu ada potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berkategori waspada di 32 titik.

Rahmat menyampaikan BMKG telah mengkaji potensi gempa dan tsunami di Indonesia, khususnya di sekitar pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia.

BMKG membuat model simulasi gempa dan tsunami di berbagai daerah untuk mendapat selisih waktu antara gempa dan terjangan tsunami. Data itu digunakan untuk sosialiasi mitigasi bencana ke daerah-daerah.

"Misalnya saat tsunami terjadi inilah waktu tiba tsunami di kabupaten bapak-ibu. Waktu tibanya 20 menit, misalnya. Sehingga waktu yang sisa itulah yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk upaya mitigasi dengan melakukan evakuasi," tuturnya.

Rahmat mengimbau warga di sepanjang lempengan tektonik untuk tak perlu takut, tapi tetap waspada. Warga juga diminta untuk melek mitigasi bencana, setidaknya terkait hal yang harus dilakukan saat gempa dan lokasi evakuasi setelahnya.

"Tentunya sebaik-baiknya sebuah peringatan dini adalah kesadaran masyarakat itu sendiri untuk merespons melakukan evakuasi mandiri tanpa harus menunggu warning dari BMKG, dari pemerintah," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

(dhf/wis)