"Misal saja orang yang diloloskan adalah orang-orang yang tidak punya integritas kuat untuk memimpin KPK atau yang diloloskan adalah orang-orang yang sebenarnya masuk dalam kategori sebagai pencari kerja saja, yaitu para pensiunan yang sudah selesai pekerjaannya sebagai aparatur negara," tuturnya, di Jakarta, Senin (5/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abraham pun meminta Pansel benar-benar jujur dan obyektif dalam meloloskan Capim KPK. Menurutnya, Pansel pada tahapan tes psikologi ini seharusnya sudah dapat menilai capim yang memenuhi standar karakter sebagai pimpinan KPK.
Senada, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas (2010-2011) meminta Pansel agar meloloskan peserta yang memiliki rekam jejak antikorupsi dan tak terkait partai politik serta bisnis.
"Kompetensi akademis dengan kemampuan pengalaman matang terkait penegakan hukum pemberantasan korupsi, dan berwatak independen, tidak afiliatif dengan parpol dan bisnis," kata dia, saat dikonfirmasi.
Para capim KPK telah mengikuti tes psikologi atau tahap ketiga tersebut pada Minggu (28/7). Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih sendiri tidak membeberkan jumlah capim yang akan lolos tes psikologi.
(sah/arh)