Kebakaran Lahan 100 Hektare, Tol Palindra Dikepung Api

CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 19:23 WIB
Jalan Tol Palembang-Indralaya dikepung api akibat kebakaran hutan dan lahan di sisi kiri dan kanan ruas tol, namun kebakaran belum mengganggu operasional tol. Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Palembang, CNN Indonesia -- Tim pemadam dari Satgas Karhutla Sumatera Selatan masih melakukan pemadaman atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Tol Palembang-Indralaya (Palindra) hingga Selasa (6/8). Luasan lahan yang terdampak kebakaran tersebut ditaksir sudah menghanguskan hingga 100 hektare.

Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori berujar kebakaran di kawasan Tol Palindra dipicu oleh karhutla yang terjadi di Desa Muara Baru dan Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan serta Desa Arisan Jaya Kecamatan Pemulutan Barat, yang telah menghanguskan 49 hektare pada Jumat (2/8) lalu.
"Kebakaran yang mulai terjadi Jumat itu memang satu hamparan dengan yang terjadi di sekitar Tol Palindra. Sampai sekarang tim masih terus melakukan proses pemadaman, untuk kisaran yang sudah terbakar mencapai 100 hektar" ujar Ansori, Selasa (6/8).

Dirinya mengatakan api masih mengepung jalan tol di sisi kanan dan kiri. Jarak terdekat dari jalan tol ke api yang masih membara mencapai 2 kilometer. Hal tersebut, dikatakannya, tidak akan mengganggu operasional tol.


"Apinya membentuk seperti sayap pesawat di kanan kiri tol. Jalan tol tidak terganggu, hanya ada beberapa titik yang terkena dampak asap seperti di KM 13. Helikopter juga kita kerahkan semuanya, 4 unit untuk waterboombing di lokasi. Ada 5 regu darat juga yang sudah di lokasi dari BPBD Sumsel, Ogan Ilir, serta Manggala Agni untuk pemadaman," kata dia.

Ansori sebelumnya berujar api mulai muncul pada Senin (5/8) siang pada pukul 11.47 WIB. Api berasal dari sebaran kebakaran yang terjadi di Desa Muara Baru dan Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan serta Desa Arisan Jaya Kecamatan Pemulutan Barat.

Tim darat sukar memadamkan kebakaran karena lokasinya yang sulit dijangkau. Lahan yang terbakar merupakan gambut yang ditumbuhi aren, purun, dan semak belukar sehingga mudah terbakar namun sulit dipadamkan.

Selain kebakaran yang terjadi di kawasan tol, belum terpantau ada titik api di kawasan lain. Beberapa titik api yang terpantau di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada Senin (5/8) terpantau sudah padam.

"Untuk pesawat patroli Cessna hari ini sedang off. Dari petugas lapangan juga tidak ada permintaan untuk waterboombing di OKI, jadi dianggap aman," kata dia. (idz) (idz/wis)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK