Penderita ISPA di Sumsel Capai 200 Ribu Orang

CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 01:36 WIB
Kota Palembang menjadi daerah paling tinggi jumlah penderita ISPA dengan 80.162 orang. Ilustrasi mengantisipasi ISPA di musim kemarau. (ANTARA FOTO/Yahanan Sulam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatra Selatan (Sumsel) dalam 6 bulan terakhir mencapai lebih dari 200 ribu orang. Dinas Kesehatan Sumsel mengimbau pemerintah daerah untuk menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan mengantisipasi terjadinya kabut asap menjelang puncak musim kemarau.

Data Dinas Kesehatan Sumsel, tercatat jumlah penderita ISPA di seluruh wilayah Sumsel mencapai 274.502 orang periode Januari-Juni 2019. April menjadi masa paling parah dengan jumlah 54.409 penderita, disusul Maret dengan 54.237 penderita, sebanyak 50.837 penderita pada Februari, Januari 44.142, Mei dengan 40.459 penderita dan 30.418 penderita pada Juni.

Kota Palembang menjadi daerah paling tinggi jumlah penderita ISPA dengan 80.162 orang, 36.871 penderita di Banyuasin, 35.405 penderita di Muara Enim, 21.871 penderita di Musi Banyuasin, 12.098 penderita di Lahat, dan 13.292 di Ogan Komering Ilir. Sementara di Ogan Komering Ulu Timur terdapat 10.969, sebanyak 10.247 di Ogan Ilir, 10.116 penderita di Prabumulih, dan 9.619 penderita di Ogan Komering Ulu.


Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan seiring dengan datangnya musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan terjadinya kabut asap pun akan semakin tinggi. Pihaknya sudah melakukan sejumlah antisipasi pencegahan dan penanggulangan. Daerah yang paling rawan terdampak oleh kabut asap yakni Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Lahat.
"Untuk Palembang sebenarnya bukan sumber asap, namun menjadi wilayah paling parah terdampak asap seperti yang terjadi pada 2015 kemarin. Arah angin dari sumber asap yakni di OKI dan Ogan Ilir membawa asap hingga ke Palembang," ujar Lesty, Selasa (6/8).

Langkah pencegahan dan pengendalian, kata dia, Dinkes Sumsel telah menginstruksikan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan. Seperti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker apabila bepergian, serta memperbanyak minum air putih.

"ISPA bukan hanya disebabkan oleh kabut asap, namun virus yang menyerang sistem pernapasan pun bisa menyebabkan ISPA. Namun kabut asap yang membawa partikel kebakaran itu akan memperburuk potensi penderita bertambah," kata dia.

Dirinya berujar, bila terjadi peningkatan kasus penderita ISPA, pneumonia, konjungtivitis, dan diare di daerah, pihaknya meminta kepada surveilans kesehatan melakikan langkah-langkah pengendalian dengan cermat.

"Bila terjadi peningkatan kasus atau KLB penyakit tertentu, segera lapor ke dinas kesehatan setempat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (idz/ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK