Polisi Tahan Koordinator Percepatan 59 Calon Haji Jatim

CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 02:51 WIB
Polda Jatim menahan seorang koordinator percepatan pemberangkatan haji ke tanah suci yang sudah menipu 59 orang calon haji. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera. (CNNIndonesia/Abi Sarwanto)
Surabaya, CNN Indonesia -- Polda Jawa Timur (Jatim) menahan seorang koordinator percepatan pemberangkatan haji ke tanah suci yang sudah menipu 59 orang calon haji.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan satu orang yang ditahan tersebut adalah terlapor atas nama Murtaji Junaedi.

"Ada satu yang kita tahan. Lelaki atas nama Junaedi sudah kita tahan. Namanya Murtaji Junaedi," ujar Barung, Rabu (7/8).


Selain menahan terlapor, Barung menyampaikan bahwa polisi telah memeriksa beberapa saksi korban. Diketahui, para korban sudah membayarkan uang mulai dari Rp5 juta hingga Rp35 juta ke Junaedi.

"Para korban dihubungi oleh tersangka bahwa bisa mempercepat pemberangkatan haji tahun 2019 namun dengan membayar biaya percepatan Rp5 juta sampai dengan Rp35 juta per orang dengan janji pasti akan berangkat," kata Barung.

Barung menambahkan bahwa para korban itu merupakan calon jemaah yang telah terdaftar resmi di pemerintah mulai tahun 2010 hingga 2018. Namun, mereka sebenarnya baru akan bertolak pada 2022 sampai 2042.

"Semua [korban] itu [calon jemaah haji] resmi tapi jatah keberangkatannya 2022 sampai 2024," kata Barung.

Akibat perbuatannya, Junaedi kini disangkakan melanggar pasal Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan. Dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun penjara serta denda paling banyak sebesar Rp900 juta.

Sementara itu, hingga kini, Barung mengatakan polisi masih terus melakukan pendalaman penyidikan lebih lanjut, sebab muncul dugaan ada pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam aksi penipuan ini.

[Gambas:Video CNN] (frd/arh)