Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang mengatakan unit ini nantinya bertugas mengawasi dan meneliti keluar masuk keuangan dari negara dan perusahaan.
"Dia [unit forensic accounting] men-trace semua accounting aja ya. Uang masuk, uang keluar, uang masuk negara, uang masuk keluar company, intinya itu aja," jelasnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh yang tadi nanya soal Waskita dan BLBI dan seterusnya, itu akan menjadi lebih sederhana dan temen-teman di penyidikan diharapkan juga punya knowledge yang sama. Nanti kita akan kumpulkan mereka shingga unit itu nantinya knowledgenya sama, tapi yang satu ini lebih fokus ke forensiknya," ujarnya.
Unit akuntansi forensik KPK ini, kata Saut ada di bawah salah satu direktorat. Namun ia belum mau membeberkan direktorat mana yang dimaksud. Yang jelas saat ini unit tersebut sudah mulai bekerja.
Selain itu, KPK juga mencatat pihak swasta menjadi pihak dengan jumlah terbesar pelaku korupsi sepanjang 2004-2018 dengan jumlah 238 orang.
Sedangkan untuk korporasi yang terjerat ada lima orang dari perusahaan BUMN yang terjerat sebagai tersangka.
Mereka adalah eks Dirut Perusahaan Listrik Negara Sofyan Basir, Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Dirut PT Pelindo II RJ Lino, Dirut PT PAL Indonesia Firmansyah Arifin, dan Dirut PT Asuransi Jasindo Budi Tjahjono.
[Gambas:Video CNN] (ani/osc)