"Seperti yang pansel lainnya, dibentuk oleh Presiden, jadi harapannya sama BPK diisi oleh orang-orang yang berkualitas," ujar peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Dewi Anggraeni di kantornya, Jakarta, Kamis (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gejala ini telah nampak dari komposisi 32 nama yang lolos seleksi administrasi dan makalah menurut tim kecil Komisi XI terdiri dari delapan politisi caleg [yang] gagal pileg (pemilu legislatif), dua anggota BPK, dan tiga petinggi perusahaan," kata Dewi.
Selain itu, koalisi juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengawasan dan memberikan masukan terhadap proses seleksi.
"KPK dapat mengawasi sehingga tidak terjadi transaksi suap dan money politic," tuturnya.
Hal yang sama, harap Dewi, juga dilakukan oleh publik. Dia menginginkan publik memberi masukan mengenai latar belakang pendaftar sehingga mencegah orang-orang bermasalah dan memiliki atensi pribadi menempati posisi strategis BPK.
Dari daftar nama yang diterima CNNIndonesia.com setidaknya ada 15 nama politikus. Mereka di antaranya ialah Wakil Ketua Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, politikus PPP Akhmad Muqowam, politikus Partai Gerindra Pius Lustrilanang, dan politikus PAN Tjatur Sapto Edy.
Sementara dua anggota BPK yang berasal dari politikus juga kembali mendaftar yakni eks politikus Golkar Harry Azhar Azis dan eks politikus Demokrat Achsanul Qosasi.
(ryn/arh)