"Orang Jakarta bilang, 'padahal saya ini kan empok-nya (Jokowi)'. Tahu empok? empok tau? empok itu ibu. Bukannya embak, udah ibu," kata Megawati dalam pidatonya di Kongres ke-V PDIP di Bali, Jumat (8/8), seperti ditayangkan CNNIndonesia TV secara live.
Namun diketahui berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. "empok" memiliki arti kakak perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mega ke Prabowo: Siap Tempur Lagi di 2024? |
Mengenang pembentukan BPIP, Presiden ke-5 RI ini sempat tak habis pikir dirinya ditugasi mengurusi pembinaan pancasila oleh Jokowi. Megawati mengaku kaget karena jabatannya itu melorot. Apalagi, kata dia, saat ditawarkan jabatan itu melalui Seskab Pramono Anung, keberadaan lembaga tersebut hanya sebatas unit kerja presiden.
Namun demikian, setelah berdiskusi dengan Presiden Jokowi, Megawati mengaku menerima jabatan tersebut. Hanya saja penerimaan itu dengan catatan lembaga tersebut berubah menjadi badan, bukan unit teknis.
Lihat juga:Jokowi Berdandan Adat Bali di Kongres V PDIP |
Dalam pidatonya, Megawati juga menyindir kelompok-kelompok yang coba merongrong Pancasila. Megawati mengajak pihak-pihak itu untuk tidak berkoar-koar di jalanan yang hanya menyengsarakan rakyat.
"'Pancasila itu apa? Tidak ada artinya, kita harus rombak, kita harus dirikan, yang lain sifatnya'. Mari kalau mau seperti itu, saya berkata jangan main di jalanan hanya menyengsarakan rakyat, datang ke DPR," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(ain)