Bantahan itu dikatakan Toto usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (8/8). Status Toto saat ini sebagai tersangka dalam pengurusan izin proyek Meikarta.
"Mengenai pemberitaan dari teman-teman media mengenai Rp10,5 miliar, waktu saya menjadi saksi juga itu sudah saya bantah dalam sidang. Sekretaris saya yang dulu juga itu sih Imelda sudah tidak ada," ujar Toto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengurus IPPT untuk Meikarta tersebut, PT Lippo Karawaci pun menugaskan Billy Sindoro (telah diproses dalam kasus terpisah), tersangka Toto, serta Henry Jasmen, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama (telah diproses pada kasus terpisah) dan pegawai PT Lippo Cikarang lainnya melakukan pendekatan kepada Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.
"Pada April 2017, pihak yang mewakili PT Lippo Cikarang bertemu dengan Bupati Neneng di rumah pribadinya dan menyampaikan 'mohon bisa dibantu'," kata Saut.
Saut mengatakan Neneng pun menyanggupi dan meminta pihak PT Lippo Cikarang berkomunikasi dengan orang dekatnya. Dalam mengurus IPPT, Neneng berpesan kepada Bartholomeus agar mengajukan izin secara bertahap. Bartholomeus pun menyanggupi dan menjanjikan uang untuk pengurusan izin tersebut.
Pada Mei 2017, Neneng menandatangani Keputusan Bupati tentang IPPT dengan luas +/-846.356m2 untuk pembangunan komersial area (apartemen, pusat perbelanjaan rumah sakit, sekolah, hotel, perumahan dan perkantoran) kepada PT. Lippo Cikarang.
"Untuk merealisasikan janji pemberian suap sebelumnya, atas persetujuan tersangka, BTO, pegawai PT Lippo Cikarang pada divisi land acquisition and permit mengambil uang dari pihak PT Lippo Cikarang dan BTO di helipad PT Lippo Cikarang dengan jumlah total Rp10,5 miliar," kata Saut.
Toto sendiri mengklaim telah berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk sejak Desember 2018.
Saat diperjelas pernah memberikan sebanyak lima kali kepada Neneng, Toto pun membantahnya. "Saya tidak pernah memberikan," tuturnya.
"Jadi yang terakhir saya berharap dan berdoa supaya proses ini cepat selesai. Saya ini kepala keluarga ya saya juga mengurus anak saya ada tiga yang paling kecil masih kelas 4 SD, saya berharap ini cepat selesai," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (gst/wis)