Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi sejak masuk pukul 17.30 WIB, mereka baru saja keluar pada 21.30 WIB, Kamis (8/8). Saat kekuar sejumlah penyidik juga nampak membawa beberapa koper dan tas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, nampak juga 4 orang petugas polisi berseragam dan bersenjata lengkap. Kesemuanya kemudian masuk ke dalam tiga mobil Toyota Innova yang terpakir di halaman Kantor yang beralamat di Jalan Johar nomor 19-21, Surabaya tersebut.
Begitu juga ketika ditanya terkait keberadaan Kepala BPKAD Jatim, Jumadi, dirinya lagi-lagi enggan menjawabnya. Ia mengaku tak tahu apakah atasannya tersebut sedang berada di kantor atau tidak.
"Ya seperti yang dilihat tadi bagaimana (ada penggeledahan KPK). Bapak (Jumadi) enggak tahu di mana," kata salah satu ASN di BPKAD.
CNNIndonesia.com juga berusaha mengkonfirmasi kepada petugas keamanan yang bertugas BPKAD. Namun, mereka enggan menjawab pertanyaan para wartawan.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari KPK. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak juga belum merespons pesan serta panggilan.
Sehari sebelumnya, Rabu (7/8) malam, penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di tiga titik di Kota Surabaya. Yakni, Kantor Dinas Perhubungan Jatim, rumah dinas Kepala Dinas Perhubungan Jatim, dan rumah mantan Sekretaris Daerah Pemprov Jatim.
Yuyuk memastikan bahwa penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus suap pengadaan barang dan jasa yang terjadi di Kabupaten Tulungagung. Hingga saat ini tersangka dari kasus tersebut adalah SPR, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung.
(arh)