"Perpanjangan penahanan 40 hari dimulai 13 Agustus 2019 sampai 21 September untuk tersangka E anggota DPRD Jambi dan tersangka G anggota DPRD Jambi juga," ujar Plh Kepala Biro Humas KPK Chrystelina GS di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (9/8).
Sebelumnya kedua tersangka itu pernah ditahan di rutan cabang KPK di K4 selama 20 hari pada 24 Juli lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penahanan dilakukan di rumah tahanan K-4 KPK selama 20 hari ke depan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Selasa (6/8).
Sufardi merupakan satu dari 12 anggota DPRD Jambi yang terjerat kasus dugaan suap ketok palu ini. Lima di antaranya, yakni Elhelwi, Gusrizal, Muhammadiyah, Elhelwi, dan Zainal Abidin yang sudah terlebih dahulu dijebloskan ke bui.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan 12 anggota DPRD Jambi dan seorang pihak swasta sebagai tersangka suap terkait pengesahan Rancangan APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017/2018.
KPK menduga 12 wakil rakyat di Jambi itu meminta, menagih, dan menerima uang 'ketok palu' dalam kisaran Rp100 juta sampai Rp600 juta untuk pimpinan DPRD, Rp100 juta sampai Rp200 juta untuk pimpinan fraksi dan anggota.
[Gambas:Video CNN] (ani/osc)