Anies Tak Sadar DKI Sudah Satu Tahun Tak Punya Wagub

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 10/08/2019 20:15 WIB
Anies Tak Sadar DKI Sudah Satu Tahun Tak Punya Wagub Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pidato saat pembukaan Kongres Diaspora Indonesia ke-5. Jakarta, 10 Agustus 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini Sabtu (10/8), tepat satu tahun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditinggal wakilnya, Sandiaga Uno, yang saat itu mendaftarkan diri di kontestasi Pemilihan Presiden 2019 dengan menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.

Anies sendiri tidak menganggap hal ini masalah besar. Bahkan, ia mengaku tidak sadar bila selama 12 bulan ke belakang sudah memimpin DKI Jakarta tanpa wakil

"Saya baru ngeh. Dua hari yang lalu ada yang nanya, 'Pak dua hari lagi anniversary 'jomlo' (tanpa wakil Gubernur)'. Biasanya anniversary itu ketika berpasangan, ini ketika jomlo," kata Anies ditemui di kawasan Kasablangka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8).


Ia berharap dalam waktu dekat sudah ada nama untuk menjadi pendampingnya di Balai Kota DKI.

Anies mengaku tidak sabar ingin segera mendapat 'jodoh' untuk bersama mengawal DKI karena menurutnya banyak tugas yang sebetulnya tak bisa dikerjakan sendirian.

"Karena saya ingin sekali tugas bisa dibagi, terutama di pemerintahan. Ada kegiatan representasi dan ada kegiatan sifatnya seremonial. Itu sifatnya menyita waktu. Kalau bisa bagi-bagi itu lebih ideal. Jadi mudah-mudahan cepat," kata Anies.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku sudah meminta dua partai pengusung Anies-Sandi, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk saling berkomunikasi terkait calon wakil Gubernur pengganti Sandi.

Komunikasi ini tak hanya antara PKS dan Gerindra, melainkan bersama partai lain di DPRD DKI.

Hanya saja Prasetio pesimis DPRD DKI periode saat ini (2014-2019) dapat menyelesaikan pemilihan wagub. Sebab, itu dapat dilihat dari panitia pemilihan yang hingga kini belum terbentuk.

"Bisa iya (dipilih anggota baru) bisa enggak. Ya kemungkinan begitu. Kan ini panjang, karena kan persoalan mekanisme belum, panitia pemilihan juga belum," kata Prasetyo. (ryh/vws)