Menhan Usut Penjualan Amunisi Oknum TNI ke Separatis Papua

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 16:01 WIB
Menhan Usut Penjualan Amunisi Oknum TNI ke Separatis Papua Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ingin periksa penjualan amunisi TNI ke KKSB Papua demi hindari fitnah. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan bakal mendalami dugaan oknum TNI yang menjual amunisi ke anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Ia bakal memeriksa kasus tersebut secara detail agar tak menimbulkan fitnah.

"Ya sementara kan dia [oknum] ditangkap PM (Polisi Militer), setelah itu kita akan memperdalam. Tentu saya sebagai Menhan akan tahu sekecil-kecilnya, kemudian langkah apa yang akan dilakukan. Kita periksa betul secara akurat dan tidak meleset sehingga tidak ada fitnah," ujar Ryamizard saat ditemui di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (12/8).

Ryamizard enggan menjelaskan lebih jauh saat disinggung dugaan kebocoran penyimpanan senjata milik TNI. Ia mengatakan bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto untuk menyelesaikan masalah tersebut.


"Kita dalami lagilah. Kalau saya omong ngawur nanti ceritanya ngawur juga. Yang jelas saya koordinasi terus dengan Panglima TNI, setiap harilah, dari pagi, siang, sampai tidur juga [koordinasi]. Enggak boleh putus," katanya.

Sebelumnya, terungkap peristiwa jual beli amunisi yang dilakukan oleh tiga oknum TNI kepada jaringan KKSB di Timika, Kabupaten Mimika, belum lama ini, Kodim 1710 Mimika menyatakan ratusan amunisi yang dijual itu bukan berasal dari gudang amunisinya.

Dandim Mimika disebut telah membuat surat edaran dan pemberitahuan kepada semua komandan satuan TNI di wilayah garnizun Timika agar mewaspadai atau meningkatkan pengamanan gudang amunisi.
[Gambas:Video CNN] (psp/arh)