Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini, mengatakan, penyakit ISPA cenderung menyerang saat musim kemarau saat terjadi karhutla di beberapa lokasi di Sumsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, disusul Banyuasin dengan penderita mencapai 36.871 orang, Muara Enim sejumlah 35.405 orang, Musi Banyuasin 21.871 orang dan Ogan Komering Ilir 13.292 orang.
"Untuk Palembang sebenarnya bukan sumber asap, namun menjadi wilayah paling parah terdampak asap seperti yang terjadi pada 2015 kemarin. Arah angin dari sumber asap yakni di OKI dan Ogan Ilir membawa asap hingga ke Palembang," ujar Lesty.
Lesty menjelaskan ISPA bukan hanya disebabkan oleh kabut asap. Yirus yang menyerang sistem pernapasan pun bisa menyebabkan ISPA. Namun demikian, kata dia, kabut asap yang membawa partikel kebakaran itu akan memperburuk potensi penderita bertambah.
"Dengan datangnya musim kemarau, potensi karhutla menyebabkan kabut asap pun akan semakin tinggi. Oleh karena itu kami sudah melakukan sejumlah antisipasi pencegahan dan penanggulangan," kata dia.
Ia menjelaskan bila terjadi peningkatan kasus penderita ISPA, pneumonia, konjungtivitis, dan diare di daerah, pihaknya meminta kepada surveilans kesehatan melakukan langkah-langkah pengendalian dengan cermat.
[Gambas:Video CNN] (wis)