"Apabila ada yang menyerang aparat polisi negara harus diselesaikan, harus diserang balik. Itu harus. Kalau diterima begitu saja itu salah," ujar JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (13/8).
JK menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Menurutnya, di daerah konflik memang kerap terjadi penyerangan terhadap aparat yang bertugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wapres Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Bagian dari Operasi
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto juga merespons kejadian yang menimpa Hedar.
"Ya kan kami sedang mengamankan daerah itu, ada yang ketembak, ada yang luka itu bagian dari operasi. Itu bisa setiap hari terjadi," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/8).
Wiranto lantas meminta masalah operasi pengamanan sebuah wilayah, termasuk di Papua, tak perlu diperbincangkan lagi. Ia hanya meminta agar masyarakat mendoakan pasukan yang tengah bertugas mengamankan wilayah tersebut.
"Kita doakan suapaya pasukan kita selamat. Kita doakan ada kesadaran bahwa pelaku-pelaku yang disebut KKSB itu," ujarnya.
Menkopolhukam Wiranto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Hedar Sudah Selidiki KKSB Sejak 2016
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan Hedar memiliki prestasi yang cukup baik dalam tugasnya mengungkap kasus berkaitan dengan KKSB.
Hedar diketahui telah melakukan penyelidikan terkait KKSB sejak 2016. Sejumlah penangkapan pernah dilakukan pria yang merupakan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua tersebut.
"Briptu Hedar memiliki catatan prestasi yang cukup panjang. Yang bersangkutan sangat aktif dalam satgas pengungkapan kasus yang melibatkan KKB," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).
Pada 11 November 2017, Hedar turut melakukan aksi pembebasan sandera warga Papua dan non Papua oleh KKB Tembagapura, di Kampung Banti, Distrik Tembagapura.
Kemudian pada 12 Mei 2018, Hedar menangkap Yogor Telenggen, anggota KKB Lannyjaya di Kampung Usir. Pada 20 Juli 2018, Hedar menangkap Longgop Telenggen, anggota KKB Yambi.
Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Lalu pada 1 Agustus 2018, Hedar menangkap Wuyungga Tabuni anggota KKB Lannyjaya di Kampung Usir. Selanjutnya 17 Oktober 2018, Hedar menangkap Wemiles Tuwolom, penyuplai senjata dan amunisi KKB Yambi di Jayapura.
Pada 21 Januari 2019, Hedar menangkap Bumi Enumbi, anggota KKB Yambi. Dilanjutkan pada 21 Februari 2019 penangkapan dilakukan terhadap Paku Wanimbo, KKB Yambi.
Terakhir pada 3 Mei 2019, Hedar melakukan penggalangan terhadap senjata dan amunisi Ilaga atas nama Amole, serta mendapatkan dua pucuk senjata api laras panjang dan satu pucuk senjata api laras pendek beserta amunisinya.
Lihat juga:Jenazah Briptu Heidar Dievakuasi ke Timika |
Diketahui Hedar disandera sekelompok orang yang diduga KKSB, ketika hendak melakukan penyelidikan dengan menyamar di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Dia mendatangi daerah Puncak Jaya dengan menggunakan sepeda motor bersama rekannya Bripka Alfonso.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Keduanya bertugas tanpa mengenakan seragam polisi dan tidak membawa senjata. Mereka menyamar seperti warga untuk mencari informasi mengenai dugaan intimidasi KKSB terhadap sejumlah warga di sana.
Dedi sendiri mengakui, Hedar sudah dipantau KKSB di Puncak Jaya ini. Mereka mengidentifikasi dan mencurigai orang-orang berdasarkan warna kulit.
"Ya (Dipantau) memang itu kan ada hal-hal khusus yang dicurigai, dari sisi warna kulit, penampilan berbeda, sangat mudah teridentifikasi," ujarnya.
Hedar sendiri menyamar karena informasi didapatnya ada dugaan intimidasi oleh KKSB terhadap warga setempat. Dedi mengatakan intimidasi yang dilakukan KKSB di sana seperti perampasan bahan makanan, penganiayaan hingga pemerkosaan.
"Proses penyelidikan itu undercover, samaran, memang dapat informasi dari masyarakat, distrik tersebut sering didatangi oleh KKB yang melakukan tindak pidana lainnya lah," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (pris/fra/gst)
Wapres Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Menkopolhukam Wiranto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi