Jika demikian, maka presiden akan kembali dipilih oleh MPR. Bukan oleh masyarakat secara langsung.
"Kami menyayangkan soal kemudian gagasan-gagasan yang amandemen ini ending-nya justru pada pemilu dipilih tidak langsung. Karena apa? Pemilu 2024 momen baik bagi bangsa untuk mendapatkan tokoh-tokoh politik baru," kata Veri dalam diskusi "Amendemen Konstitusi, Kepentingan Rakyat atau Berebut Kuasa" di Gondangdia, Jakarta, Rabu (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa mereka begitu khawatir? Jangan-jangan memang ini merupakan ancaman bagi politik dinasti, bagi elite-elite politik. Pemilu secara langsung itu memberikan ruang munculnya tokoh-tokog baru yang di luar elite politk," tuturnya.
Sebelumnya, wacana penerapan kembali GBHN berkembang dan jadi pembicaraan di publik. Wacana makin menghangat ketika Kongres V PDIP menghasilkan 23 sikap politik, salah satunya amendemen UUD 1945 berkaitan dengan GBHN.
Wacana itu menuai pro kontra. Lembaga masyarakat sipil menolak karena dinilai membangkitkan semangat Orde Baru. Namun pemerintah menyambut baik hal itu.
"Jangan sampai terputus kesinambungan dan perencanaan jangka panjang, ya perlu GBHN," kata Mendagri Tjahjo Kumolo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/8).
[Gambas:Video CNN] (bmw/dhf/ugo)