Pemprov DKI Bangun 53 Taman Baru Seluas 27 Hektare

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 20:22 WIB
Pemprov DKI Bangun 53 Taman Baru Seluas 27 Hektare Pemprov DKI Jakarta bakal membangun 53 taman baru (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun 53 Taman Maju Bersama dengan total seluas 27 hektare yang tersebar di empat wilayah, yakni Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Rencananya akan selesai dan diresmikan akhir tahun 2019.

Hal itu diutarakan Kepala Seksi Perencanaan Pertamanan Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Hendrianto.

"Ada 53 (taman yang dibangun). Seharusnya akhir tahun ini selesai. Iya akhir tahun ini," kata Hendrianto saat dihubungi melalui telepon, Kamis (15/8).


Hendrianto menyebut 53 luas taman yang akan dibangun ini bervariasi. Ada yang mencapai 3,4 hektare, ada juga yang hanya seluas 2000 meter. Yang jelas, kata dia, total 53 taman yang akan dibangun ini luasnya mencapai 27 hektare.
Taman-taman itu, kata Hendrianto, sudah mulai dibangun dan ada sekitar 15 dari 53 taman di empat wilayah itu yang pengerjaannya telah mencapai 80 persen.

"Saya lihat yang sudah 80 persen (selesai) ada 15 taman," kata dia.

Di Jakarta Barat, ada tiga taman yang progres pembangunannya sudah mencapai progres 80 persen. Sementara di Jakarta Utara ada empat taman, dan Jakarta Timur ada dua taman yang sudah hampir selesai.

Untuk Jakarta Utara sendiri total ada 10 taman yang akan dibangun, di Jakarta Timur ada 19 taman, Jakarta Barat 9 taman, dan Jakarta Selatan total ada 15 taman yang akan dibangun.
Diakui Hendri, pihaknya memang lebih banyak membangun taman di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Alasannya ada banyak lahan potensial di kedua wilayah tersebut.

"Karena lahan potensi terbesar kita di sana, kalau ruang RT/RW nya, zonasi hijau itu ada di selatan dan timur," kata dia.

Saat ditanya terkait pembiayaan pembangunan taman, Hendri mengatakan berasal dari APBD. Namun dia belum bisa memastikan berapa besar total dana yang akan digunakan.

"Rp130 miliar kalau gak salah ya. Saya gak inget karena harus direkap, 130-an kalo gak salah," katanya.

[Gambas:Video CNN] (tst/gil)