Kemendikbud Gelar Lomba Berbahasa Indonesia untuk WNA

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 04:00 WIB
Kemendikbud Gelar Lomba Berbahasa Indonesia untuk WNA Ilustrasi warga negara asing menggunakan bahasa Indonesia (Dok. Aghnia Adzkia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan lomba menggunakan bahasa Indonesia bagi penutur asing yang berasal dari sejumlah negara. Lomba tersebut adalah tindak lanjut dari peningkatan peminat dan pembelajar Bahasa Indonesia di luar negeri.

Kepala Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Kemendikbud, Emil Emilia mengatakan lomba bagi penutur asing juga diselenggarakan dalam rangka lebih mengenalkan bahasa Indonesia ke dunia internasional.

"Salah satu tujuan (lomba) itu untuk menginternasionalkan bahasa Indonesia," ujar Emil di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (15/8).


Lomba bagi penutur asing, kata Emil, merupakan bagian dari tindak lanjut atas program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Kemendikbud. Program itu dibuat untuk mengajarkan keterampilan berbahasa Indonesia, mulai dari cara berbicara, menulis, hingga membaca bagi penutur asing.
Emil mengatakan lomba tahun ini diikuti oleh 31 penutur asing berusia muda yang berasal dari 17 negara. Pemerintah Indonesia, lanjutnya, sengaja memilih penutur asing usia muda agar promosi bahasa Indonesia berjalan lebih optimal.

"Salah satu yang dibidik adalah para penutur muda supaya mereka nanti bisa menyebarkan bahasa Indonesia kepada temannya, keluarganya, dan sebagainya," ujarnya.

Mengenai tema, Emil menyampaikan pihaknya mengangkat tentang toleransi. Sebagai bangsa yang majemuk, ia menyampaikan bahwa bangsa Indonesia dipersatukan oleh sikap toleran dengan sikap saling memahami dan menghormati berbagai unsur perbedaan.
Bahkan,menurutnya, lomba menyampaikan toleransi bisa mempengaruhi perekonomian dan sebagainya.

"Tema itu diambil dari kondisi dan tradisi Indonesia. Jadi keadaan terbaru," ujarnya.

Emil menyebut budaya Indonesia menjadi salah satu hal yang bisa meningkatkan penutur asing. Ia berkata demikian berdasarkan hasil kajian dan analisis atas laporan dari 95 guru yang ditempatkan di Atase Dikbud di sejumlah KBRI.

"Mereka belajar budaya Indonesia juga. Makanya salah sayu kriteria guru yang dikirim mereka tahu budaya Indonesia," ujar Emil.
Terpisah, Kepala Bidang Penelitian Kebijakan Kebudayaan Kemendikbud, Yaya Zakaria menyampaikan pihaknya berharap bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.

Untuk mewujudkan itu, ia menyebut pemerintah terus berupaya memperbanyak penutur asing lewat berbagai cara. Salah satunya melalui lomba berbahasa Indonesia bagi penutur asing.

"(Diadakan lomba) harapannya ke depan punya mimpi mudah-mudahan bahasa Indonesia jadi bahasa internasional. Sehingga mereka bisa menyebarluaskan dan memiliki minat," ujar Yaya di Hotel Sultan, Jakarta.

Adapun meningkatnya penutur asing, Yaya berharap juga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi di Indonesia. Sebab, ia berkata banyaknya penutur asing secara otomatis akan menarik orang asing untuk berkunjung ke Indonesia.
[Gambas:Video CNN] (jps/gil)