Selain PLTU Sungai Kayan, kedua perusahaan itu juga bakal menggarap pembangunan proyek Kawasan Industri dan Pelabuhan Industri (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kaltara.
"Jadi tiga kegiatan besar itu sekaligus dalam satu kawasan terintegrasi," kata Moeldoko di kantornya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini sebuah realisasi dari apa yang sekian lama telah diperjuangkan oleh Pak Gubernur," ujarnya.
Menurut Irianto, proyek itu telah diinisiasi PT Kayan Hydro Energy sejak 2009. Kemudian PT Kayan Hydro Energy dengan China Power menandatangani kontra kerja sama, pada 31 Oktober 2018.
"Hari ini dilanjutkan penandatangan pelaksanaan proyek," kata Irianto.
"Sehingga jumlah keseluruhan itu 9.000 megawatt. Ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan ASEAN. Karena kita tahu PLTA terbesar itu Sungai Asahan yang menghasilkan 600 megawatt," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan proyek tersebut telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2018. Irianto menyatakan secara berkala perkembangan proyek akan dliaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
"Hubungan dengan KSP yang dipimpin Pak Moeldoko adalah tugas beliau untuk mengawasi, mengevaluasi dan mencegah adanya hambatan-hambatan. Beliau sudah menugaskan salah satu deputi untuk terus memonitor proyek pembangunan ini," ujarnya.
Selain perwakilan dari China Power, hadir juga dalam penandatangan ini Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang dan Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata. Pembangunan proyek tersebut bakal dikerjakan oleh PT Adhi Karya dan PT Pelindo IV. (fra/fea)