Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir berencana mengimpor rektor asing untuk meningkatkan peringkat PTN di level internasional. Jokowi juga sudah menyetujui rencana itu.
"Agar tidak terjebak wacana rektornya bule atau asing, tidak asing. Bukan. Rektornya adalah rektor dengan kualifikasi internasional, juga para pengajarnya," kata Yanuar, di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Jakarta, Kamis (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau kulitnya putih atau kuning sawo matang, sawo busuk terserah. Pokoknya kualifikasi internasional, dan itu harus diatur nanti," tutur Yanuar.
Yanuar memahami kritik yang dilontarkan sejumlah rektor PTN. Menurutnya, mereka mengkritik karena hanya memahami bahwa pemerintah berencana mengimpor rektor asing. Padahal, lanjutnya, maksud pemerintah adalah rektor dengan kualifikasi internasional.
"Itu harus ada kualifikasi. Maka itu nanti perdebatannya adalah area yang harus kita pertajam di situ nanti kualifikasinya seperti apa," katanya.
Jokowi, lanjut Yanuar, ingin seluruh kualitas PTN terangkat dengan kehadiran rektor dan dosen yang memiliki kualifikasi internasional. Yanuar menyebut langkah yang diambil pemerintah ini adalah untuk membangun sebuah ekosistem baru.
Dalam membangun ekosistem di lingkungan perguruan tinggi ini, kata Yanuar, pemerintah juga sudah menyiapkan dana abadi perguruan tinggi. Jumlahnya dari Rp5 triliun sampai Rp50 triliun dan tengah dikumpulkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
"Jadi presiden sudah memerintahkan agar perguruan-perguruan tinggi di Indonesia yang berkualitas mendapatkan dana abadi," tuturnya.
Sementara universitas lainnya yang hampir masuk deretan kampus terbaik dunia antara lain, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Surabaya, dan Universitas Airlangga.
"Maka wacana rektor asing bukan wacana mendatangkan orang asing menjadi rektor kemudian perguruan tinggi naik kualitasnya, enggak," katanya.
"Tapi, membangun ekosistem di perguruan tinggi tersebut mulai dari pimpinan sampai tenaga pengajar, dan konteka ke kualifikasi internasional. Dan sekarang kita sudah mengarah ke sana," ujar Yanuar.
[Gambas:Video CNN] (bmw/fra/sur)