Gerindra Harap Kabinet Baru Jokowi Mampu Selamatkan Indonesia

CNN Indonesia | Minggu, 18/08/2019 03:21 WIB
Gerindra Harap Kabinet Baru Jokowi Mampu Selamatkan Indonesia Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menghormati hak prerogatif Jokowi dalam merancang kabinet baru (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan partainya berharap kabinet yang disusun Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) dapat menyelamatkan Indonesia dari berbagai masalah di masa yang akan datang. Ahmad Riza memastikan Gerindra akan menghormati susunan kabinet yang dibentuk Jokowi.

"Kami menghormati keputusan hak proregratif Presiden ya, yang penting bagi kami, kabinet yang disusun Pak Jokowi siapa pun itu kita harap bisa menyelamatkan Indonesia dari berbagai masalah ke depan," ucap Riza di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu (17/8).

Meski begitu, Riza enggan bicara soal kans partainya bergabung dengan koalisi pemerintahan dalam lima tahun ke depan. Dia mengklaim Gerindra belum pernah menyodorkan nama calon menteri kepada Jokowi.


Riza mengamini bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto terlihat akrab dengan Jokowi saat bertemu di moda raya transportasi (MRT) Lebak Bulus, Jakarta. Riza juga tidak mau mengabaikan hubungan baik yang dijalin kembali antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Namun, menurut Riza, itu bukan berarti Gerindra sudah pasti bergabung ke dalam koalisi pemerintahan. Dia menegaskan Prabowo mau pun Gerindra belum pernah bicara soal kursi menteri.

"Sampai hari ini tidak pernah bicara soal koalisi, kita tidak bicara soal jabatan menteri apapun itu. Jadi sekali lagi kami sampaikan, apa yang dilakukan bapak Prabowo sebagai bentuk ketokohan, kebijakan, kebijaksanaan, dan segenap negarawan beliau sehingga bersedia bertemu dengan pak Jokowi," tutur Riza.

Jokowi dan Megawati, kata Riza, merupakan tokoh-tokoh yang memang sudah kenal lama dengan Prabowo. Oleh karena itu, tidak perlu heran jika Prabowo tampak akrab dengan Jokowi dan Megawati beberapa waktu belakangan.

"Jadi pertemuan itu lebih sekedar silaturahmi, pertemuan-pertemuan tersebut sebagai bentuk bahwa para elite kita harus memberi contoh, memberi keteladanan, pentingnya persatuan," ucap Riza.

Riza mengatakan Prabowo tidak akan terpaku pada jabatan. Gerindra dan Prabowo, lanjutnya, lebih memprioritaskan kepentingan bangsa dan negara. Bukan sebatas kepentingan Gerindra untuk mendapat jabatan tertentu.

"Bapak Prabowo sudah memutuskan nanti pada saatnya beliau akan memilih yang terbaik tidak hanya untuk kepentingan partai dan negara, selalu keputusannya diambil untuk kepentingan bangsa negara rakyat dan selalu keputusan diambil dengan cara yang sangat demokratis," kata Riza.

Gelagat Gerindra dalam beberapa waktu belakangan tampak akrab dengan PDIP meski berseteru dalam Pilpres 2019. Ketua umum kedua partai tersebut sudah saling bertemu.

Megawati sempat mengundang Prabowo ke kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku menyantap nasi goreng yang disajikan Megawati.

Prabowo juga memenuhi undangan Kongres PDIP ke-V di Bali. Dia hadir bersama sejumlah petinggi parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf.

Salah satu sumber CNNIndonesia.com yang merupakan petinggi Gerindra menyebut partainya sudah cukup dekat untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintahan. Progres telah mencapai 70 persen.

Dia juga mengatakan Gerindra sudah menyiapkan beberapa nama untuk didapuk sebagai menteri. Mereka adalah Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno.
[Gambas:Video CNN] (din/stu)