Salah Sebut HUT RI dan Penegasan Anies di Pulau Reklamasi

CNN Indonesia | Sabtu, 17/08/2019 23:53 WIB
Salah Sebut HUT RI dan Penegasan Anies di Pulau Reklamasi Ribuan ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta mengikuti upacara HUT RI di kawasan reklamasi, Pantai Maju atau Pulau D, 17 Agustus 2019. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI di Kawasan Reklamasi, Pantai Maju atau Pulau D, Sabtu (17/8).

Pada upacara yang diikuti jajaran pegawai di lingkungan Pemprov DKI tersebut, Anies menegaskan kawasan reklamasi tersebut adalah milik negara yang bisa diakses secara terbuka oleh setiap warga.

"Ini adalah tanah kita dan kita ingin memastikan bahwa bendera merah putih pun berkibar di tanah ini. Tanah di bawah negara Republik Indonesia. Karena itulah seluruh jajaran dan masyarakat kita menyelenggarakan upacara di tanah ini," kata Anies.


Lewat Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 71 dan 72 tahun 2019, Anies telah mewajibkan ASN dari lima wilayah kota administratif untuk wajib mengikuti upacara di kawasan reklamasi tersebut.

Atas kebijakan itu, Anies mendapat banyak kritik terkait pemilihan tempat untuk melaksanakan upacara, salah satunya dari anggota Komisi A DPRD DKI Gembong Warsono. Gembong menilai Anies sengaja memilih tempat yang kontroversial untuk melaksanakan upacara.

"Padahal upacara itu harus khusyuk. Kenapa harus memilih tempat kontroversi. Kan di Jakarta masih banyak tempat lain," jelas Gembong.

Namun, secara terpisah Anies menyanggah semua kritik itu dengan menegaskan sebelumnya kawasan reklamasi tertutup seakan milik pribadi.

"Dahulunya tertutup seakan milik pribadi bahkan unsur pemerintah masuk pun sering mengalami kesulitan," ujar Anies sehingga menjadikan alasan dirinya memerintahkan upacara HUT RI di kawasan reklamasi.

[Gambas:Video CNN]
Salah Sebut Usia Kemerdekaan

Sementara itu, saat upacara yang digelar pada Sabtu (17/8) pagi, sempat terselip kejadian menggelikan di mana komandan upacara salah menyebutkan usia kemerdekaan RI saat menyampaikan laporan kepada Anies.

Kabid PPNS Satpol PP DKI Jakarta Eko Saptono yang menjadi komandan upacara terselip lidah sehingga menyebutkan upacara pagi itu untuk memperingati 73 tahun kemerdekaan RI, padahal seharusnya 74.

"Upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-73," ujar Eko saat memberikan laporan upacara di kawasan reklamasi Pantai Maju, Sabtu (17/8). 

Menyadari kesalahan itu, Anies dengan spontan langsung mengoreksi. "Tujuh puluh empat," sela Anies. 

Seketika itu juga, Eko langsung mengoreksi laporan upacara. Kejadian itu terjadi sebelum Paskibraka DKI Jakarta mengibarkan bendera merah putih.

Upacara HUT ke-74 RI yang diselenggarakan Pemprov DKI di kawasan reklamasi itu berlansung mulai pukul 07.30 WIB.

Upacara peringatan Hari Kemerdekaan di pulau reklamasi juga dihadiri aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perwakilan dari forum komunikasi pimpinan daerah (forkopomda), ormas dan siswa sekolah juga nampak hadir di lokasi.

Selain itu, Ketua DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDI Perjuangan Prasetyo Edi Marsudi juga ikut hadir.

(mjo/kid)