FOTO : Asah Infiltrasi Udara Calon Prajurit Taifib

Antara Foto, CNN Indonesia | Minggu, 18/08/2019 18:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Prajurit peserta pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Marinir latih infiltrasi udara. Ragam teknik dipelajari agar menjadi prajurit pasukan khusus 'hantu laut'.

Siswa Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Marinir melakukan 'ground training' saat Latihan dan Praktik Keparaan di Lanudal Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Calon prajurit pasukan khusus Intai Amfibi (Taifib) harus memiliki kemampuan tempur dan intelijen Tri Media yakni darat, laut dan udara. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Calon prajurit pasukan khusus terpilih harus mengikuti Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) di Sekolah Khusus Marinir Pusat Pendidikan Infantri (Sesus Mar Pusdikif) Kodikmar. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Kemampuan yang diasah dalam Diktaifib adalah melakukan infiltrasi dari udara. Mereka akan latihan terjun dengan materi latihan teknik spotting, ketepatan mendarat, kerja sama di udara serta combat free fall. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Para siswa pun akan berlatih teknik masuk dan keluar pesawat, melayang dan mengemudi, melipat parasut, teknik mendarat, hingga penguasaan tumpuan udara ketika melompat dari pesawat Cassa NC212. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Penerjun wajib menaati ketentuan yang diberikan dan larangan yang harus dihindari agar latihan penerjunan berjalan lancar, tertib dan dapat mencapai hasil yang maksimal dan aman (zero accident). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Para prajurit diwajibkan melaksanakan tugas operasi khusus infiltrasi melalui udara, baik secara perseorangan maupun tim dari ketinggian 8000 kaki di atas wilayah Juanda, Sidoarjo, Jatim sebagai Kawah Candradimuka TNI AL. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Siswa Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Marinir terjun dari pesawat Cassa saat latihan dan praktik keparaan di atas udara wilayah Lanudal Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Prajurit pasukan khusus 'Hantu Laut' mampu bergerak senyap dalam sunyi dengan dampak yang mematikan. Mereka tergabung dalam Yon Taifib dengan semboyan 'Maya Netra Yamadipati' yang berarti 'Senyap Mematikan'. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Di akhir pendidikan keparaan tersebut, prajurit yang lulus akan mendapatkan brevet freefall atau Wing Day. Kali ini Angkatan ke-XLIV diikuti sekitar 34 prajurit yang terdiri dari perwira, bintara dan tamtama. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)