Polisi Sebut Pengibaran Bintang Kejora Picu Bentrok Fakfak

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 14:10 WIB
Polisi Sebut Pengibaran Bintang Kejora Picu Bentrok Fakfak Pengibaran bendera Bintang Kejora di Fakfak, Papua Barat. (Eko Ristianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerusuhan di Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8), disebut dipicu oleh massa pro-Papua merdeka yang mengibarkan bendera bintang kejora dan membakar pasar. Masyarakat Fakfak disebut tidak terima yang kemudian berujung bentrok dua kelompok.

Kapolres Fakfak AKBP Deddy Foures Millewa mengatakan aksi dilakukan oleh massa yang berjumlah sekitar 500 orang. Mereka terdiri dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Organisasi Bintang Kejora.


Awalnya, aksi disepakati untuk dilakukan tidak dengan anarkis. Namun, massa justru mengincar untuk membakar bandara, kantor DPRD, dan objek vital lainnya. Setelah berhasil diamankan, massa mengarah untuk membakar pasar.


"Objek vital yang mau dibakar tadinya bandara, kita amankan bandara, bandara sudah aman akhirnya mereka lari ke pasar, pasar dibakar," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (21/8).

Pasar pun dibakar oleh massa. Masyarakat tersulut emosi karena lumbung padi mereka justru dirusak. Bentrok pun tak terhindarkan antara warga yang marah dengan tindakan anarkis OPM.

Aksi massa juga terjadi di Sorong, Papua Barat, hari ini.Aksi massa juga terjadi di Sorong, Papua Barat, hari ini. ((dok.istimewa))
"Demo itu membakar pasar, ketika membakar pasar ini, masyarakat yang ada di pasar merasa itu sentra ekonominya, lumbung padinya mereka ada di situ, itu yang menyulut mereka emosi sehingga terjadi bentrokan," tuturnya.

Saat itulah muncul organisasi Barisan Merah Putih, mereka mencoba untuk menengahi tetapi justru tidak berhasil.

Di tengah aksi itu, kata Deddy, massa OPM mengibarkan bendera berlambang bintang kejora di kantor dewan adat. Warga Fakfak yang melihat pengibaran bendera itu pun langsung bergerak turun gunung.

Dia menuturkan warga marah karena Fakfak memiliki sejarah sebagai Kota Perjuangan yang menjadi penyatu masyarakat Papua.

"Di ujung di kantor dewan adat mereka mendirikan bendera OPM, mendirikan bendera bintang kejora, ini mengundang masyarakat dari gunung. Fakfak ini kan kota perjuangan, di sini kota pertama masyarakat Papua bisa bersatu karena Fakfak,"tuturnya.

"Jadi dengan adanya bendera OPM itu mereka menuntut itu turunkan tapi ketika mereka (massa) bilang tidak lebih baik kami mati karena OPM, ini menyulut mereka berarti itu pemberontakan, akhirnya bentrok," ucapnya.

Polisi Sebut Pengibaran Bintang Kejora Picu Bentrok FakfakFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Kemarahan pun semakin memuncak ketika masyarakat melihat Bupati Fakfak yang dipaksa untuk memegang bendera OPM. Padahal, katanya, kehadiran Bupati di tengah massa adalah untuk melakukan negosiasi. Selain bupati, didapati juga sejumlah perangkat daerah lainnya.

"Pak bupati seperti ditawan atau dipaksa untuk memegang bendera OPM mau divideokan oleh mereka, Pak bupati menolak, ada masyarakat di situ merasa tersulut, berarti ini sudah pemberontakan," cetus Deddy.

[Gambas:Video CNN] (gst/arh)