Kapolres Fakfak AKBP Deddy Foures Millewa mengatakan aksi dilakukan oleh massa yang berjumlah sekitar 500 orang. Mereka terdiri dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Organisasi Bintang Kejora.
Awalnya, aksi disepakati untuk dilakukan tidak dengan anarkis. Namun, massa justru mengincar untuk membakar bandara, kantor DPRD, dan objek vital lainnya. Setelah berhasil diamankan, massa mengarah untuk membakar pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar pun dibakar oleh massa. Masyarakat tersulut emosi karena lumbung padi mereka justru dirusak. Bentrok pun tak terhindarkan antara warga yang marah dengan tindakan anarkis OPM.
Aksi massa juga terjadi di Sorong, Papua Barat, hari ini. ((dok.istimewa)) |
Saat itulah muncul organisasi Barisan Merah Putih, mereka mencoba untuk menengahi tetapi justru tidak berhasil.
Di tengah aksi itu, kata Deddy, massa OPM mengibarkan bendera berlambang bintang kejora di kantor dewan adat. Warga Fakfak yang melihat pengibaran bendera itu pun langsung bergerak turun gunung.
"Di ujung di kantor dewan adat mereka mendirikan bendera OPM, mendirikan bendera bintang kejora, ini mengundang masyarakat dari gunung. Fakfak ini kan kota perjuangan, di sini kota pertama masyarakat Papua bisa bersatu karena Fakfak,"tuturnya.
"Jadi dengan adanya bendera OPM itu mereka menuntut itu turunkan tapi ketika mereka (massa) bilang tidak lebih baik kami mati karena OPM, ini menyulut mereka berarti itu pemberontakan, akhirnya bentrok," ucapnya.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
"Pak bupati seperti ditawan atau dipaksa untuk memegang bendera OPM mau divideokan oleh mereka, Pak bupati menolak, ada masyarakat di situ merasa tersulut, berarti ini sudah pemberontakan," cetus Deddy.
[Gambas:Video CNN] (gst/arh)
Aksi massa juga terjadi di Sorong, Papua Barat, hari ini. (
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen