Dinkes DKI Ungkap Kronologi Ibu Hamil Dapat Obat Kedaluwarsa

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 19:46 WIB
Dinkes DKI Ungkap Kronologi Ibu Hamil Dapat Obat Kedaluwarsa Ilustrasi vitamin. (Pixabay/Mizianitka)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut obat kedaluwarsa yang diberikan Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara, kepada seorang ibu hamil atau bumil bernama Novi Sri Wahyuni (21) adalah Vitamin B6.

"Setelah mendapatkan pemeriksaan Nyonya N mendapatkan resep untuk mengurangi keluhan yang dirasakan terdiri dari Vitamin B6, B12, Asam Folat dan Kalsium," kata Widyastuti dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (21/8).

Satu hari setelah diperiksa, pihak keluarga baru mengetahui bahwa salah satu suplemen yakni Vitamin B6 telah kedaluwarsa. Saat itu Novi sudah mengkonsumsi obat tersebut sebanyak 2 tablet.


"Mengetahui kejadian tersebut, keluarga melaporkan ke Puskesmas Kamal Muara dan langsung ditindaklanjuti," jelas Widya.

Selanjutnya, Puskesmas memfasilitasi korban dengan memeriksakan kondisi Novi ke RS BUN pada 15 Agustus 2019. Dari hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan bahwa korban masih dalam keadaan sehat.

Ilustrasi ibu hamil.Ilustrasi ibu hamil. (StockSnap/Freestocks.org)
Widya juga memastikan bahwa Puskesmas memiliki aptoker yang memiliki izin teregistrasi serta memiliki Standar Prosedur Operasional (SPO) dalam memberikan obat kepada pasien.

"Di dalamnya bertujuan untuk menghindari beredarnya obat kedaluwarsa," ungkap dia.

Dinkes juga sudah melakukan mediasi sebanyak kurang lebih dua kali dengan keluarga korban yakni tanggal 17 Agustus dan 19 Agustus 2019. Hasilnya, Dinkes akan memfasilitasi korban selama masa kehamilan.

"Dengan kesepakatan bahwa puskesmas mendampingi Nyonya N untuk pemeriksaan rutin ke dokter spesialis RSUD Cengkareng setiap bulan tanpa dikenakan biaya dan membuat kartu BPJS Kesehatan." Jelas dia.

Sebelumnya, Novi mengaku memperoleh obat kedaluwarsa dari Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara, saat Novi kontrol kandungan pada Selasa (13/8).

Ia mulanya diberikan empat jenis obat. Salah satu jenis obat ternyata telah habis masa berlakunya alias kedaluwarsa. Dia pun merasa sakit perut dan sakit kepala.

Ilustrasi apoteker.Ilustrasi apoteker. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
"Muntah-muntah, perut sakit, sakit kepala. Sekarang masih batuk. Sakit. Masih sakit perutnya. Melilit," tutur Novi saat diwawancarai CNN Indonesia TV di kediamannya, Jakarta, Selasa (20/8).

Novi dan keluarga pun telah melaporkan pihak puskesmas ke Polsek Metro Penjaringan terkait pasal perlindungan konsumen. Polisi sendiri sudah melakukan penyelidikan dan akan memeriksa apoteker yang diduga memberikan obat kedaluwarsa itu.

[Gambas:Video CNN] (CTR/arh)