Presiden bahkan menegaskan bahwa pemindahan ibu kota telah melalui proses kajian yang matang.
Menyikapi hal tersebut, Amin (53), penjual minuman ringan di Jakarta Selatan menilai pemindahan ibu kota sebaiknya ditunda. Bagi Amin pribadi, diakui dirinya khawatir ketika ibu kota negara telah pindah akan turut mempengaruhi bisnis kecil yang ia rintis di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Alif (20) mahasiswa hukum di salah satu universitas di Jakarta mempertanyakan urgensi dari pemindahan ibu kota dari Jakarta.
Alif menilai Pemerintah Pusat menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta terlebih dahulu.
"(Pemerintah) kan harusnya menyelesaikan masalah di Jakarta dulu, kesannya kayak lepas tanggung jawab," katanya.
Polusi di Jakarta tebilang paling buruk di dunia. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
"Menurut saya sih apakah dengan memindahkan ibu kota ini akan membantu menyelesaikan masalah di Jakarta seperti polusi, kemacetan, dan lainnya," katanya.
Di satu sisi, Fadhil (22) melihat pemindahan ibu kota ini penting dilakukan untuk mengantisipasi bencana besar terjadi di pusat pemerintahan yang saat ini adalah Jakarta.
"Pusat administrasi kita sekarang ada di Jakarta, akan bahaya kalau Jakarta tumbang karena bencana," kata dia.
Selain itu, Fadhil juga menekankan agar pemerintah dalam lima tahun mendatang sudah mempersiapkan kebutuhan administratif dan akomodasi di ibu kota yang baru.
"Minimal di sana sudah ada pondasinya lah, bangunan-bangunan vital seperti istana kepresidenan atau gedung-gedung administratif lainnya," kata Fadhil.
Terkait dengan pemindahan ibu kota ini, pemerintah mengasumsikan kebutuhan lahan untuk kawasan induk mencapai 40 ribu hektare. Kawasan induk itu merupakan titik berdirinya pusat pemerintahan, seperti Istana Negara, kantor kementerian/lembaga, dan lainnya.
Djarot dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat) |
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sepakat dengan keputusan Presiden Jokowi untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Djarot berharap dengan pemindahan ibu kota itu akan bisa memperluas pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara merata.
"Supaya pusat pertumbuhan, pusat ekonomi ya itu tidak terfokus di Jakarta. Jakarta ini kan pusat segalanya semuanya ada di sini campur aduk," kata Djarot di DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8).
Menurutnya pemindahan Ibu Kota akan membuat pembangunan semakin merata. Sementara Jakarta juga akan tetap berkembang menjadi pusat pertumbuhan tanpa harus menjadi Ibu Kota.
"Pusat ekonomi iya di sini. Pusat bisnis juga, pemerintahan tetap ada," ujar dia.
"Yang berubah cuma pusat pemerintahannya. Dan saya setuju kalau pusat pemerintahan yang baru itu adalah daerah otonomi khusus. Sehingga di situ tidak perlu adalah pilkada jadi lebih aman," jelas dia.
"Jadi daerah khusus betul tidak ada pilkada, tidak ada DPRD (kota) pastinya ya," sambung Djarot.
Polusi di Jakarta tebilang paling buruk di dunia. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Djarot dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)