Menteri LHK Tak Mau Indonesia Jadi Tempat Sampah Negara Maju

CNN Indonesia
Rabu, 28 Agu 2019 05:39 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan Indonesia tidak boleh menjadi tempat sampah negara maju dan harus mengembalikan kontainer yang terbukti berisi sampah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengaku sudah memulangkan 400 kontainer sampah impor. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi tempat sampah negara maju.

Siti menyebut sampai hari ini pemerintah telah mengembalikan sekitar 400 kontainer berisi sampah dan limbah ke negara asal.

Menurut Siti, dari catatan yang pihaknya miliki, sampah dan limbah tersebut berasal dari negara maju, seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jerman, serta Hong Kong. Ia pun akan berkonsultasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait kiriman sampah itu.

"Jadi ini juga nanti saya akan konsultasikan ke Bu Menlu, kami akan minta perhatian untuk ini. Jadi Indonesia tidak boleh jadi tempat sampahnya negara maju," kata Siti usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/8).

Siti menyatakan masih terdapat 1.262 sampai 1.380 kontainer berisi 'scrap' plastik dan kertas dari negara maju yang harus diperiksa. Ia menyebut impor 'scrap' plastik dan kertas itu mengandung limbah dan sampah, maka kontainer tersebut harus dikembalikan.

Menurut Siti, dari pemeriksaan yang dilakukan terkadang 'scrap' plastik dan kertas itu sudah tercampur sampah dan limbah, seperti bekas infus, bekas popok bayi, ampul suntik obat hingga aki bekas.

"Saya berterimakasih bahwa ratas kabinet memahami bahwa yang namanya limbah masuk itu tidak boleh karena UU-nya jelas," ujarnya.

Siti mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta agar sampah impor yang masuk ke Indonesia tak merusak lingkungan serta terkontaminasi oleh bahan berbahaya dan beracun. Ia menyebut terdapat ketentuan pidana bila sampah impor itu mengandung bahan berbahaya.

Dari rapat itu, kata Siti, terdapat sejumlah arahan untuk menekan impor sampah dan limbah, seperti memperbaiki sistem pemeriksaan, sistem survei di negara asal bukan di pelabuhan, serta pemanfaatan bahan baku dalam negeri.

"Memang paradoks antara kebutuhan bahan baku dan kita menjaga lingkungan ataupun hal-hal yang terkait di masyarakat itu, yang kita coba selesaikan," katanya.

[Gambas:Video CNN] (fra/arh)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER