Ketua Yayasan Tandipulau Erwan Suryanegara mengatakan sejarah dan bukti keberadaan Kerayaan Sriwijaya sudah dikaji baik secara lokal, nasional, maupun masyarakat internasional. Bukti artefaktual arkeologis berupa arca, prasasti, serta candi pun sudah membuktikan adanya kerajaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya pun telah berkonsultasi dengan Wali Kota Palembang untuk menanggapi unggahan video tersebut. Upaya pertama adalah dengan membuat lebih dulu pernyataan tandingan mengenai fakta sejarah keberadaan Kerajaan Sriwijaya melalui kanal Youtube Jelajah Sumsel yang berafiliasi dengan Yayasan Tandipulau.
Pihaknya pun akan meminta secara baik-baik agar kanal Macan Idealis sebagai pengunggah untuk menghapus video tersebut karena akan menyesatkan persepsi generasi muda yang belum mengerti mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya.
Apabila permintaan tersebut tidak digubris, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.
"Kami minta pengunggah video untuk minta maaf karena ini masuk kejahatan ITE. Sudah menyebarkan berita bohong, hoaks, tanpa data-data ilmiah yang valid. Bila tidak ditanggapi, kita somasi dan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikannya," kata dia.
Disebutkan Erwan, Ridwan menyebutkan bahwa Kerajaan Palembang muncul pada abad ke-3, lebih tua dari pada Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7.
"Pernyataannya itu salah. Babeh itu setahu saya dia adalah wartawan senior yang sudah pensiun. Sebenarnya dia tidak punya kapasitas untuk membicarakan Sriwijaya ini," ujar Dosen Universitas Indo Global Mandiri Palembang ini.
Sebuah instalasi di pameran bertajuk 'Kedatuan Sriwijaya: The Great Maritime Empire", 2017. Sriwijaya sendiri dalam buku-buku sejarah digambarkan sebagai pusat penyebaran agama Buddha. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Dalam video tersebut, Vasco Ruseimy berbincang bersama Ridwan Saidi mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya yang palsu dan fiktif. Ridwan Saidi pun berujar Kerajaan Sriwijaya sebenarnya hanyalah bajak laut yang beroperasi di perairan nusantara untuk merampok kapal perdagangan pada abad ke-7.
Ridwan Saidi belum merespons terkait hal ini. Nomor telepon dan pesan singkat belum yang dikirim belum dibalas.
(idz/arh)
Sebuah instalasi di pameran bertajuk 'Kedatuan Sriwijaya: The Great Maritime Empire", 2017. Sriwijaya sendiri dalam buku-buku sejarah digambarkan sebagai pusat penyebaran agama Buddha. (CNN Indonesia/Safir Makki)