Sebelumnya, Firli yang merupakan calon pimpinan KPK selanjutnya, mengklaim KPK pernah menyatakan bahwa dirinya tidak melanggar etik ketika bertemu dengan eks Gubernur NTB TGB Zainul Majdi.
"Setelah saya cek ke pimpinan KPK, kami pastikan informasi tersebut tidak benar," tutur Febri, Rabu (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analisis mendalam juga dilakukan terhadap bukti-bukti elektronik yang diperoleh.
"Fokus tim bukan hanya pada 1 pertemuan saja, tetapi sekitar 3 atau 4 pertemuan," ucap Febri.
Febri tidak membeberkan pertemuan-pertemuan yang dilakukan Firli dan bertentangan dengan etik. Sejauh ini, Koalisi Masyarakat Sipil hanya menyoroti satu pertemuan, yakni Firli dengan TGB Zainul Majdi.
Hasil pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal KPK lalu diserahkan kepada kelima Pimpinan KPK. Para pimpinan kemudian menugaskan Dewan Pertimbangan Pegawai untuk melakukan tindakan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan.
Akan tetapi, sejumlah tahapan yang telah ditempuh itu tidak berujung pemberian sanksi kepada Firli. Kala itu, Firli ditarik dari KPK dan kembali bertugas di Polri. Dia menjabat sebagai Kapolda Sumsel.
"Proses ini tidak bisa selesai karena yang bersangkutan tidak menjadi pegawai KPK lagi. Untuk menjaga hubungan antar institusi penegak hukum, maka Pimpinan KPK melakukan komunikasi dengan Polri terkait dengan proses penarikan dan tidak diperpanjangnya masa tugas yang bersangkutan di KPK " kata Febri.
Irjen Pol Firli Bahuri, saat masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, pernah bertemu dengan eks Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto) |
Awalnya Firli ditanya oleh Pansel Capim KPK mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang pernah dilakukan saat menjabat Deputi Penindakan. Isu itu ditanyakan pansel karena sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia tidak menampik pernah bertemu dengan TGB. Dia juga mengklaim pertemuan itu sudah direstui oleh pimpinan KPK.
Firli mengaku saat itu diundang ke NTB untuk sebuah menghadiri sebuah acara. Dia lalu diajak bermain tenis dengan sejumlah orang.
Di lapangan tenis dia bertemu secara tidak sengaja dengan TGB. Saat itu, kata Firli, TGB datang setelah beberapa lama dia bermain tenis.
"Saya sudah izin ke pimpinan KPK ke NTB mau farewell, lalu di sana saya diundang main tenis dengan pemain tenis di sana. Saya tidak mengadakan hubungan dan pertemuan. Saya bertemu iya, mengadakan pertemuan tidak," tegasnya.
[Gambas:Video CNN] (bmw/sah)
Irjen Pol Firli Bahuri, saat masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, pernah bertemu dengan eks Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)