Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori berujar hujan berintensitas sedang yang mengguyuri kawasan tersebut membuat api sepenuhnya padam dan tidak lagi meluas. Saat ini 400 personel tim pemadam darat masih bersiaga di lokasi tersebut untuk proses pembasahan dan mencegah terjadinya kembali kebakaran.
"Petugas yang di sana masih siaga, belum ada perintah menarik pasukan. Karena ini sifatnya situasional, petugas disiagakan untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan di lokasi yang sama," ujar Ansori, Rabu (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Metrologi BMKG SMB II Palembang Bambang Beny Setiaji berujar, pada citra radar cuaca pada Selasa (27/8) teramati adanya barisan awan hujan cumulonimbus dengan rentang sepanjang 100-200 Km yang memasuki wilayah Sumsel yang disebut fenomena sistem konvektif skala meso.
Kemudian timbul indikasi awan-awan hujan yang berbaris akan membentuk seperti busur panah dan disertai angin kencang. Angin kencang ini disebabkan perbedaan suhu dan tekanan udara yang signifikan antara daerah yang telah terpapar dan yang akan terpapar hujan.
Badai Tropis Podul diperkirakan akan berakhir 31 Agustus-1 September 2019. BMKG mengimbau untuk mewaspadai adanya kabut asap (smog) pada Kamis (29/8) hinnga Sabtu (31/8) mendatang karena setelah beberapa wilayah Sumsel terpapar hujan kondisi pada malam harinya cerah akan berpotensi adanya Kabut radias yang bercampur asap dari karhutla pada pagi hari.
"Umumnya smog terjadi pada pagi hari pukul 04.00-07.00 dengan jarak pandang kurang dari 1 kilometer yang mengganggu transportasi terutama penerbangan," ujar dia.
[Gambas:Video CNN] (idz/ain)