"Sedikitnya tujuh jiwa dari 2 KK menjadi korban terdampak dalam peristiwa tersebut," ujar Plt Kepala Pusdatin BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis, Rabu (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena hujan di Bogor yang terjadi dalam kondisi musim kemarau panjang.
Asep menerangkan perlambatan angin di sekitar khatulistiwa membuat potensi pertumbuhan awan hujan menjadi tinggi.
Ia membeberkan, hujan yang terjadi di sebagian wilayah Bogor kemarin pun bukan berarti tanda-tanda dari peralihan musim kemarau ke musim hujan. Ia memberikan indikator peralihan musim, yakni terjadinya hujan secara berturut-turut selama 10 hari atau 1 dasarian.
BMKG sendiri memprediksi musim hujan di wilayah Bogor baru akan terjadi pada akhir bulan September. Kemudian musim hujan secara menyeluruh ketika memasuki dasarian 1 bulan Oktober.