"Enggak benar itu," kata Barung kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/8).
Dalam video berdurasi kurang lebih 27 detik itu, terdengar suara serentak dari siswa sedang mengikrarkan diri cinta NKRI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video itu diunggah akun Twitter Veronica Koman, @VeronicaKoman dan dipublikasikan Senin (26/8). Kepada CNNIndonesia.com, Veronica yang kerap mengadvokasi masyarakat Papua, menyebut salah satu anak yang mengikuti acara tersebut sempat menangis.
"Konstitusi kita kan menjamin hak kebebasan berpikir dan hati nurani. Kalau misalnya di sidak itu ada satu siswa yang sampai nangis gitu, lalu trauma dan merasa terpaksa, itu kan sudah melanggar hak tersebut," jelasnya.
[Gambas:Twitter]
Barung sendiri enggan bicara lebih banyak soal ini. Dia hanya mengirim salinan surat dari Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo kepada Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan.
Dalam surat itu disebut pada hari Senin 26 Agustus 2019, telah dilaksanakan kegiatan perekaman video tentang kebersamaan, keamanan dan kenyamanan pelajar asal Papua selama berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Acara itu seperti ditulis dalam surat, diselenggarakan oleh Polres Kabupaten Pasuruan bersama Pemkab. Pasuruan.
Selanjutnya pada poin B ditulis bahwa polisi sama sekali tidak melakukan pemaksaan ataupun rekayasa terhadap para pelajar asal Papua untuk menyanyikan lagi yang dibuat kepolisian.
[Gambas:Video CNN] (mjo/wis)