KSP diketahui mengundang perwakilan sejumlah lembaga dan organisasi, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Komnas HAM, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komnas Perempuan, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), termasuk Dewan Pers. Perwakilan ini diterima oleh Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardhani.
"Tadi ada permintaan pemblokiran internet di sana dicabut. Karena itu justru menimbulkan orang di mana pun sulit untuk mencari info yang benar. Seperti apa sih, kok jadi kayak ada yang disembunyikan," kata Ahmad.
Menurut Ahmad, akses internet yang dibuka kembali akan membuat informasi terbuka dan berkembang. Justru kondisi itu akan membuat masyarakat lebih paham dan mereka bisa membaca informasi dari media mainstream.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mungkin tidak dapat informasi yang jernih, seperti apa sih. Lebih bahaya dari hoaks. Jadi penyebaran informasinya dari mulut ke mulut itu lebih berbahaya," ujarnya.
Jaringan komunikasi seperti SMS dan telepon di Jayapura, Papua pun sempat terganggu. Telkomsel menyebut layanan telepon dan SMS Telkomsel di Papua untuk sementara mengalami gangguan pada, Kamis (29/8).
Telkomsel memastikan layanan pesan singkat (SMS) dan telepon mulai Jumat (30/8) berangsur-angsur kembali normal di Papua dan Papua Barat.
[Gambas:Video CNN] (fra/osc)