Menurutnya saat ini Panitia Seleksi sudah bekerja dan menunjukkan jati dirinya dengan mengumumkan 10 nama yang lolos ke tahapan uji kelayakan dan kepatutan.
"Pansel sudah selesai bekerja. Mereka sudah menunjukkan siapa mereka dengan hasil pekerjaannya dan harus kita catat dan hargai," kata Tsani saat dihubungi Wartawan, Senin (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, kata dia, bilamana ada orang yang berbicara tidak benar di depan Pansel dan ada buktinya di KPK, Tsani mempertanyakan apakah orang semacam itu layak diteruskan ke DPR. Sayangnya, Tsani tidak menyebut secara pasti orang yang dimaksud.
Penasihat KPK Tsani Annafari saat mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (4/7). (CNN Indonesia/Aini Putri Wulandari) |
"Sepuluh nama itu sudah ada. Alexander Marwata, Firli Bahuri, I Nyoman Wara, Lili Pintauri Siregar, Namawi Pangolango, Luthfi Jayadi, Johanes Tanak, Roby Arya, Nurul Ghufron, Sigit Danang Joyo," kata Ketua Pansel KPK Yenti Garnasih, Senin (2/9).
Irjen Firli adalah salah satu capim KPK yang belakangan mendapat sorotan luas. Dia disebut-sebut diduga melakukan pelanggaran etik ketika masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.
Dugaan pelanggaran etik itu terkait pertemuan dirinya dengan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, ketika KPK sedang menyelidiki dugaan kasus dugaan divestasi saham PT Newmont yang menyeret TGB.
Irjen Firli sendiri telah mengklarifikasi dugaan itu. Dia menyatakan pertemuan dengan TGB tidak direncanakan dan sudah dia laporkan kepada KPK.
[Gambas:Video CNN] (sah/pmg)
