"Untuk sementara, dump truk mengalami trouble akibat kelebihan muatan saat melintasi jalan Tol Cipularang Kilometer 91 arah Jakarta," kata Kapolda, di Purwakarta, Selasa (3/9).
Ia mengatakan hingga kini pihaknya masih terus mendalami kasus kecelakaan yang melibatkan 21 kendaraan. Termasuk memeriksa sejumlah saksi yang di antaranya sopir dump truk bernama Subana (40).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari keterangan saksi, kendaraan tersebut mengangkut 34 ton tanah merah. Padahal, kapasitas dari dump truk itu hanya 20 ton. Jadi jelas, itu overload," katanya.
Rudy mengatakan dugaan saat ini kecelakaan beruntun di Tol Cipularang kemarin terjadi akibat dua kendaraan dump truk yang kelebihan muatan.
"Sopir truk sampai sekarang masih diperiksa, tapi statusnya masih saksi," kata dia.
Delapan orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa itu.
Olah TKP
Tim Road Accident Rescue-Traffic Accident Analysis Polda Jabar dan Korlantas Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di Tol Cipularang Kilometer 91 dengan menggunakan laser scanner tiga dimensi.
"Olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecelakaan beruntun ini menggunakan metode traffic analysis yang menggunakan laser scanner tiga dimensi," kata Kompol Deni Setiawan dari Tim Traffic Accident Analysis Korlantas Mabes Polri, usai olah TKP di jalan Tol Cipularang Kilometer 91 wilayah Purwakarta, Jawa Barat.
Deni mengatakan melalui olah TKP yang menggunakan laser scanner tiga dimensi, maka akan diketahui penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut.
"Dengan menggunakan laser scanner tiga dimensi, berarti akan direkam semua yang terjadi di TKP. Setelah semua kejadian terekam, baru akan dilakukan rekonstruksi dengan menggunakan software khusus," kata dia.
Selama olah TKP petugas memberlakukan contraflow di jalan Tol Cipularang arah Jakarta, mulai dari Kilometer 96 hingga Kilometer 90.
[Gambas:Video CNN]
(wis)