Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menjelaskan kerusuhan yang didesain tersebut dilakukan oleh oknum dari dalam negeri dan luar negeri.
Tujuannya adalah dibawa pada Sidang HAM yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 9 September dan Sidang Umum PBB pada 23-24 September di New York.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok tersebut, kata Dedi, ingin memunculkan isu-isu terkait Papua yang dapat ditarik ke pembahasan internasional.
"Itu harus betul-betul diantisipasi secara maksimal," tuturnya.
Dedi mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh daerah untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Diantisipasi aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh daerah, tokoh agama, secara komprehensif. Kalau enggak settingnya akan terus digulirkan sama kelompok mereka," ucapnya.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Tak Tergesa-gesa
Kepolisian menyatakan tak tergesa-gesa dalam melakukan penyidikan untuk mengungkap dalang kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Polri mengklaim berhati-hati untuk supaya penyidikan berdasarkan hukum.
Dedi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut.
"Dalam hal ini Polri masih melakukan mapping pendalaman terhadap aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut. Kemarin di Jayapura Pak Kapolri sudah mengungkapkan hal tersebut," ujarnya.
"Polri juga enggak harus terburu-buru proses penyidikan betul-betul dilakukan secara berhati-hati sesuai dengan fakta hukum dan tentunya enggak sendiri melibatkan stakeholder terkait, seperti Kementerian Luar Negeri," tuturnya.
Dedi mengklaim akan mengungkap kasus kerusuhan di Papua dan Papua Barat hingga tuntas.
"Polisi menegaskan akan mengungkap secara tuntas kerusuhan Papua karena ini juga sebagai trigger," ucapnya.
Sementara itu, sembilan orang tersangka di Papua Barat, termasuk mantan kader Perindo Sayang Mandabayan yang kini ditahan. Tujuh tersangka lainnya berada di Sorong, dan lima tersangka di Fakfak.
[Gambas:Video CNN] (gst/ugo)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen