Malaysia Buat Hujan, MenLHK Klaim Asap Tak Lintas Negara

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 11:17 WIB
Malaysia Buat Hujan, MenLHK Klaim Asap Tak Lintas Negara Menteri LIngkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan tidak ada asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau melintasi lintas batas negara Indonesia.

"Telah dipastikan bahwa hingga saat ini tidak ada asap lintas batas (Transboundary Haze) dari Indonesia ke Negara tetangga. Langkah pemadaman di lapangan terus dilakukan di semua tempat titik-titik kebakaran," ujar Siti dalam siaran pers, Minggu (8/9).

Selain itu, tegasnya, penegakan-penegakan hukum pun telah dilakukan di sejumlah provinsi. Salah satunya menyegel area-area milik perushaan-perusahaan yang terindikasi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Salah satunya, kata Siti, di Kalimantan Barat di mana telah ada 19 konsesi yang disegel. Kemudian, sambungnya, di Kalimantan Tengah pihaknya sedang mempelajari dugaan unsur kesengajaan dalam karhutla di sana.

"Di Jambi, Riau, dan Sumsel juga terus dilakukan pemadaman atas kerjasama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha," ujar Siti.

Menurut Siti, pemadaman terpadu merupakan bagian dari sistem pengendalian yang telah disusun pasca-Karhutla 2015. Indonesia, kata dia, telah melakukan banyak langkah koreksi dan terbukti mampu mengatasi karhutla pada tahun 2016, 2017, dan 2018.

"Pemerintah juga akan terus bekerja keras menutupi celah-celah yang masih menjadi penyebab terjadinya kebakaran berulang di tahun ini," kata politikus NasDem tersebut.

Dia menegaskan, Karhutla di Indonesia sebanyak 99 persen disebabkan karena faktor kesengajaan dari perbuatan manusia.

"Kami tidak akan membiarkan pihak-pihak yang sengaja membakar hutan dan lahan. Kami akan kejar dan tindak tegas," katanya.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail mengungkapkan rencana membuat hujan buatan menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang terus memburuk menyelimuti sebagian wilayah Negeri Jiran. Ia berpesan agar Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) harus mempertimbangkan kondisi atmosfer di daerah yang terkena dampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Indeks pencemaran udara (API) di negara bagian Sarawak, katanya, bahkan tercatat telah mencapai level tidak sehat. Berdasarkan API, pencemaran polusi udara pada delapan area di Serawak tercatat mencapai tingkat yang tidak sehat. Pencemaran udara di Kuching bahkan telah mencapai kategori sangat tidak sehat dengan index API 204 pada pukul 09.00 waktu lokal kemarin.

Indeks API antara 0-50 dinilai normal, sementara API dengan nilai 51-100 dianggap kategori sedang.

Kabut asap ini terdeteksi berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Dilansir The Straits Times, asap karhutla lintas negara ini berasal dari kebakaran di Kalimantan Barat. Sementara itu, pencemaran udara dengan index API 101-200 dianggap sudah tidak sehat, Api 201-300 dinilai sangat tidak sehat, dan di atas 300 berarti berbahaya.

Malaysia dilaporkan bakal mengirimkan nota protes ke Indonesia atas kabut asap yang mengepul karena karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

"[Kami] akan mengirimkan nota diplomatik ke Indonesia sehingga mereka dapat segera bertindak untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran berulang," demikian pernyataan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia yang dikutip Reuters.

Malaysia Buat Hujan, MenLHK Sebut Tak Ada Asap Lintas BatasWakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail. (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir)
Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari internal pihaknya mengenai nota protes tersebut.

Namun, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kemlu Malaysia. Menurut dia, saat ini timbul pertanyaan di tengah lingkaran pemerintahan Malaysia.

"Di internal Malaysia juga ada pertanyaan. Nota diplomatik yang mengeluarkan adalah Kementerian Luar Negeri, bukan kementerian di luar itu," ujar Teuku kepada CNNIndonesia.com.


[Gambas:Video CNN] (kid/kid)