Ia menduga pesaing Basaria dan Laode saat mengikuti seleksi capim KPK pada 2015 dulu lebih lemah dibandingkan saat ini.
"Mungkin dulu dia (Basaria dan Laode) masuk dalam 40 dengan kompetitor yang lebih lemah. Sekarang kompetitornya beda. Jadi yang kami pahami tes hari ini," kata Hamdi dalam rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Desmond Sebut Pimpinan KPK Brengsek |
Hamdi berkata, logika yang diterapkan pihaknya dalam seleksi capim KPK adalah mencari kandidat yang terbaik. Pansel Capim KPK, lanjutnya, hanya taat pada data dan skor hasil seleksi yang mengurutkan nama-nama kandidat yang lolos dalam susunan peringkat.
Selanjutnya, Komisi III akan mengundang 10 capim KPK tersisa untuk membuat makalah. Komisi III telah menyiapkan topik untuk dipilih lewat mekanisme undian.
Sebanyak 10 nama itu adalah Alexander Marwata, (komisioner KPK), Firli Bahuri (anggota Polri), I Nyoman Wara (auditor BPK), Johanis Tanak (jaksa), Lili Pintauli Siregar (advokat), Luthfi Jayadi Kurniawan (dosen), Nawawi Pomolango (hakim), Nurul Ghufron (dosen), Roby Arya B (PNS Sekretariat Kabinet), serta Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).
[Gambas:Video CNN] (mts/ain)