Kepala Manggala Agni Daops Banyuasin Sumsel Tri Prayogi mengatakan, karhutla yang membakar tujuh hektare lahan mineral tersebut sudah membahayakan warga karena api menjalar ke permukiman. Pihaknya segera melakukan evakuasi terhadap para warga yang rumahnya dekat dengan titik api tersebut saat proses pemadaman.
"Rumah warga hampir terbakar, apinya mengepung rumah sehingga kita evakuasi dulu para penghuninya. Titik apinya itu tersebar, ada beberapa spot-spot, jadi rumah warga ini terkepung. Tapi alhamdulillah tim berhasil padamkan api sebelum menyambar rumah," ujar Tri, Senin (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, karhutla yang terjadi di Desa Soak Batok tersebut berhasil sempat dipadamkan pada Minggu (8/9) malam hari. Namun karhutla kembali terjadi dan kini telah membakar lahan seluas 5 hektare di titik yang berbeda. Lokasinya sekitar 1 kilometer dari permukiman terdekat sehingga belum memerlukan evakuasi seperti yang dilakukan kemarin.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, karhutla sudah menghanguskan lebih dari 2.038 hektare sepanjang 2019. Sebanyak 443,18 hektare di antaranya terjadi di Ogan Ilir. Sejauh ini, Ogan Ilir menjadi kabupaten terdampak paling luas kedua akibat kebakaran dari Musi Banyuasin yang seluas 985,292 hektare.
[Gambas:Video CNN] (idz/ain)