Kapolda Catat 700 Mahasiswa Pulang ke Papua

Antara, CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 19:46 WIB
Kapolda Catat 700 Mahasiswa Pulang ke Papua Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Papua Inspektur Jenderal Rudolf Alberth Rodja mengakui saat ini tercatat 700 mahasiswa asal Papua yang sebelumnya kuliah di berbagai perguruan tinggi di luar Papua, telah kembali pulang dan berada di Jayapura.

Kepulangan ratusan mahasiswa itu diduga karena alasan keamanan. Rudolf mengaku sangat menyayangkan hal tersebut yang menurutnya akan berdampak pada masa depan para mahasiswa itu.

"Sekitar 700 mahasiswa yang sudah pulang itu terbanyak yang kuliah di Manado," kata Rudolf usai melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Cenderawasih dan Pembantu Rektor III Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) di Jayapura, Senin (9/9).


Rudolf berharap para mahasiswa tetap melanjutkan pendidikannya di daerah tempat mereka menimba ilmu. Para mahasiswa asal Papua agar tidak khawatir atas keamanan mereka selama di luar Papua.

Dia mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menyampaikan kepada seluruh kapolda agar memberikan jaminan keamanan kepada mahasiswa sehingga mereka tetap berkuliah dengan aman hingga selesai.

"Mahasiswa jangan menjadi korban dari kepentingan elite-elite atau kelompok tertentu karena sangat kecil kemungkinan mereka dapat melanjutkan pendidikannya di berbagai perguruan tinggi yang ada di Papua," ujarnya.
 
"Tidak perlu takut dan lakukanlah aktivitas seperti biasa karena polisi menjamin keamanan." ujar Rudolf.

Data berbeda diungkap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, Keamanan Wiranto. 

Dalam jumpa pers di kantornya Wiranto berkata mendapat laporan ada 835 mahasiswa Papua yang belajar di luar Papua eksodus 'pulang kampung' ke Papua.

"Jumlahnya yang dilaporkan sekitar 835 orang. Ini akibat ada provokasi dan informasi yang tidak benar," kata Wiranto.

Menurut Wiranto, ada sejumlah keluarga mahasiswa yang berada di Papua mendapatkan informasi anak mereka yang belajar di luar Papua seperti di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi itu akan mendapat tekanan dan ancaman.

Ia menuturkan isu tekanan dan ancaman itu adalah kabar bohong dan telah dibantah langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat berdialog dengan mahasiswa yang melakukan eksodus.

"Yang menarik adalah, 9 September ini dari MRP memberikan seruan bagi mahasiswa Papua di semua kota studi di wilayah NKRI untuk tetap melanjutkan studi. Yang belum kembali, jangan kembali, lanjutkan studi," ujarnya.

Sementara itu Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo menyebut sulit bagi mahasiswa asal Papua yang saat ini kembali  untuk melanjutkan kuliahnya di Uncen atau perguruan tinggi lain.

"Sangat kecil kemungkinan mahasiswa yang sebelumnya kuliah di berbagai kota di Indonesia bisa melanjutkan studinya di berbagai perguruan tinggi di Papua," kata Apolo.

Uncen, menurut Apolo, punya daya tampung mahasiswa terbatas. Saat ini pihak kampus bahkan memaksakan daya tampung itu agar dapat menerima 6.000 mahasiswa dari daya tampung hanya 4.000 mahasiswa.

Selain daya tampung terbatas, untuk pindah kampus ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi mahasiswa yang bersangkutan.

[Gambas:Video CNN] (jps/wis)