Kenangan itu diceritakan SBY saat menyampaikan pidato kontemplasi pada acara 100 hari Wafatnya Ani Yudhoyono, 18 tahun Partai Demokrat dan 70 tahun Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Senin (9/9).
SBY bercerita, tadi malam dirinya sempat terbangun dari tidurnya. Saat itulah dirinya langsung mengucap syukur kepada Tuhan karena telah diberi usia kehidupan hingga ke-70 tahun.
Hanya saja kata dia, di waktu yang bersamaan dirinya juga menyadari bahwa tak ada lagi sosok yang setiap tanggal 9 September memeluk sembari mengucapkan kata-kata manis di tengah malam selama kurang lebih 43 tahun perjalanan pernikahannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini, kata SBY, tak akan pernah dia dapatkan lagi lantaran istri tercinta yang telah bersamanya selama 43 tahun pernikahan telah berpulang tepat 100 hari yang lalu.
Pada kesempatan itu, SBY juga mengakui haru dan duka memang menghampirinya berbarengan dengan tanggal 9 September ini. Mengingat, 10 hari lalu dirinya juga baru saja ditinggalkan oleh Ibundanya setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"10 hari lalu, 10 hari menjelang hari lahir saya ibu tercinta yang lahirkan saya 70 tahun lalu tepat 9 September dipanggil Allah SWT," katanya.
Lihat juga:SBY: Ini Tahun Terberat Keluarga Kami |
Usai menyampaikan pidato Kontemplasi, acara kemudian berlanjut pada kegiatan hiburan dengan penampilan lagu yang dibawakan oleh Joy Tobing lagu milik Elthon John Candle In The Wind.
Saat itu, SBY pun tampak menitikan air matanya, karena lagu tersebut memang merupakan lagu kesukaan Ani Yudhoyono.
[Gambas:Video CNN] (tst/ugo)