Dalam munas tersebut, para tokoh dari enam agama yang diakui Indonesia bakal mengkaji budaya damai agar Indonesia terhindar dari konflik atas nama agama.
"Sumber konflik itu bisa terjadi atau datang dari mana saja, tetapi sering sekali diberi warna agama sehingga sering seolah itu dibilang konflik agama. Sebagai tugas dari tokoh agama, ini adalah menyumbangkan dirinya untuk bisa mengatasi semua konflik," kata UKP-DKAAP Syafiq Mughni dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Selasa (10/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara ini bakal dihelat di Hotel Shangri-La, Jakarta pada 11-14 September 2019. Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dan membuka musyawarah tersebut.
"FPI enggak, enggak diundang FPI. Tidak, dia kan bukan termasuk ormas agama. Itu kan forum, namanya pun FPI kan, forum, maksudnya Front Pembela Islam. Dia kan front," kata Yusuf.
Ia menyebut ormas Islam yang diundang adalah organisasi yang sudah berdiri sejak era kemerdekaan. Yusuf menjabarkan beberapa ormas yang hadir ialah Nahdhlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Washliyah, Matlaul Anwar, dan Persis dipastikan hadir. (dhf/eks)