Diketahui, Polri mengirim 1.300 personel bawah kendali operasi (BKO) di Papua Barat dan 3 ribu personel di Papua guna memulihkan kondisi keamanan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo mengatakan keputusan tersebut akan diterapkan hingga Desember mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan aparat keamanan hingga kini masih terus bertugas. Selain itu, lanjut Dedi, pihak kepolisian akan bekerja berdasarkan hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya juga menegaskan belum ada rencana penarikan ribuan personel TNI-Polri yang saat ini ditugaskan di Papua. Tito menyebut penarikan dilakukan jika kondisi Papua benar-benar aman.
Tito mengumpamakan penarikan personel dari Papua, sama ketika penarikan saat pasukan dikirim ke Jakarta dari berbagai daerah beberapa waktu lalu. Personel bertugas selama 2,5 bulan.
"Sampai saat ini belum dipastikan kapan ribuan personil TNI-Polri ditarik," ujar Kapolri di Jayapura, saat penandatanganan deklarasi kesepakatan damai di Jayapura mengutip Antara, Kamis (5/9).
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga mengatakan hal yang kurang lebih serupa. Dia justru mempertanyakan motif sejumlah pihak yang mendesak agar aparat ditarik dari Papua.
"Karena banyak sekali orang yang menyuruh-nyuruh tentara pulang, ini ada apa maksudnya?" kata Ryamizard saat menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi I terkait perkembangan keamanan di Papua di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (5/9).
[Gambas:Video CNN] (ani/bmw)