Pelaksana Tugas General Manager Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang Indra Crisna Seputra berujar, tiga jadwal kedatangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan dua keberangkatan menuju Cengkareng dan Depati Amir Pangkal Pinang sempat tertunda akibat kondisi kabut asap yang menebal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai Citilink QG980 pun tertunda hingga 145 menit dari seharusnya tiba pukul 07.15 WIB menjadi 09.37 WIB. Sementara dua keberangkatan yang tertunda hampir 2 jam yakni Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia.
Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Palembang Bambang Beny Setiaji mengatakan kabut asap yang dibawa oleh angin dari tenggara disebabkan oleh karhutla di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin. Selain berdampak terhadap jarak pandang, kualitas udara di Palembang pun memburuk.
Konsentrasi PM10 yang tercatat di masuk kategori sedang hingga sangat tidak sehat dengan nilai 89-295 mikrogram per meter kubik. Diketahui, nilai ambang batas tidak sehat adalah pada 150 mikrogram per meter kubik .
"Kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat umumnya terjadi pada rentang waktu 22.00-08.00 WIB. Sementara kondisi sedang dan sehat terjadi usai matahari terbit hingga senja," ujar dia.
Bambang menjelaskan setelah terbit matahari keadaan udara akan relatif labil sehingga kabut maupun asap akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik. Akan tetapi partikel asap yang bergerak karena angin horizontal akan tetap ada di permukaan dan menyebabkan kekeruhan udara.
"Kondisi ini akan terus berpotensi berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan dalam rentang prakiraan 13-19 September 2019 di wilayah Sumsel," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (idz/asa)