Aksi itu dilakukan setelah tiga pimpinan KPK melakukan konferensi pers menyatakan menyerahkan mandat pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo.
Pantauan CNNIndonesia.com, perwakilan masyarakat sipil meletakan keranda itu di depan pintu gedung. Kemudian mereka menaburkan bunga berwarna merah dan putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter yang hadir saat itu menjelaskan hal ini merupakan inisiatif untuk menunjukkan rasa turut berduka terkait sejumlah dinamika yang terjadi.
"Kalau KPK dipimpin oleh orang atau figur bermasalah yang dipercaya oleh publik itu hanya akan jadi sejarah," kata dia.
"Di hari kemarin atau bahkan dua hari sebelumnya bayangan kematian itu sepertinya semakin mendekat ke KPK dan hari ini menjadi mungkin bisa dipandang sebagai klimaks" tambah dia.
Lalola kemudian berpendapat bahwa seluruh kejadian tersebut seperti menunjukkan upaya pelemahan KPK.
"Jadi memang ini bisa dilihat sebagai tangisan putus asa mungkin ya, jadi seperti sudah tidak ada lagi dukungan dari negara untuk KPK," kata dia.
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo melakukan konferensi pers. Ia menyatakan menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo. Hal ini menyikapi sejumlah serangan terhadap KPK belakangan ini.
"Setelah kami pertimbangkan maka kami pimpinan yang merupakan penanggung jawab KPK dengan berat hati pada Jumat ini, kami menyerahkan pengelolaan KPK kepada Presiden," kata Agus.
Lihat juga:Jokowi: UU KPK Perlu Penyempurnaan Terbatas |
"Kami tunggu perintah itu dan kemudian akan operasional seperti biasa kami tunggu perintah itu, mudah-mudahan kami diajak presiden bicara terkait kegelisahan kami," ujar Agus.
[Gambas:Video CNN] (ani/ugo)