"Itu dinamika negara demokrasi. Berbagai undang-undang juga ada proses semacam itu," kata Airlangga di Jakarta, Sabtu (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demonstrasi berujung ricuh, dipicu oleh massa ingin mencopot kain hitam yang menutupi logo gedung KPK.
"Itu kan ekses, kalau demo kita harapkan sesuai dengan ketertiban asal, pesan-pesannya sampai," kata Airlangga.
Kericuhan di Gedung KPK juga diwarnai aksi sejumlah oknum massa yang melempari gedung antirasuah menggunakan bambu hingga batu. Belum ada pihak yang diamankan oleh polisi terkait ricuh tersebut.
Sementara itu, usai ricuh, Tiga kendaraan taktis (rantis) Polda Metro Jaya disiagakan untuk menjaga Gedung KPK pada Sabtu (14/9). Pengamanan Gedung KPK diperketat.
Belasan pasukan gabungan dari satuan Sabhara dan Brimob juga disiagakan di sekitar KPK. Mereka dilengkapi perisai dan motor pengurai massa. (sah/wis)