Menurutnya kondisi tersebut menyulitkan upaya pemerintah membuat hujan buatan di kawasan yang terdapat titik api (hotspot).
"Sejak bulan Juli sampai hari ini, langit Indonesia itu bersih hampir tidak ada awan. Sehingga upaya yang disiapkan BNPB untuk membuat hujan buatan tidak mudah terjadi," ucap Dwikorita disela konferensi media di gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemunculan awan ini nantinya akan digunakan oleh BNPB untuk menembakkan garam dalam proses pembuatan hujan buatan.
Namun BMKG mencatat wilayah-wilayah yang terkena karhutla akan memasuki musim hujan lebih awal yakni Oktober. Sementara sejumlah wilayah di Indonesia secara umum baru memasuki musim hujan di bulan November.
"Di daerah yang terkena kebakaran hutan, Oktober itu sudah ada yang mulai hujan," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN] (mjo/evn)